Meningkatnya Jumlah Penduduk Dan Kesempatan Kerja Di KEPRI

Diterbitkan oleh pada Kamis, 31 Maret 2016 07:53 WIB dengan kategori Opini dan sudah 1.134 kali ditampilkan

Kerja secara umum diartikan sebagai suatu keadaan yang mencerminkan jumlah dari total angkatan kerja yang dapat diserap atau ikut secara aktif dalam kegiatan perekonomian. Kesempatan kerja adalah penduduk usia 15 tahun keatas yang bekerja atau disebut pula pekerja. Bekerja yang dimaksud disini adalah paling sedikit satu jam secara terus menerus selama seminggu yang lalu Esmara (1986 : 134), kesempatan kerja dapat diartikan sebagai jumlah penduduk yang bekerja atau orang yang sudah memperoleh pekerjaan; semakin banyak orang yang bekerja semakin luas kesempatan kerja.

 

Sagir (1994 : 52), memberi pengertian kesempatan kerja sebagai lapangan usaha atau kesempatan kerja yang tersedia untuk bekerja akibat dari suatu kegiatan ekonomi, dengan demikian kesempatan kerja mencakup lapangan pekerjaan yang sudah diisi dan kesempatan kerja juga dapat diartikan sebagai partisipasi dalam pembangunan.

Kesempatan kerja sangat sedikit sedang para pencari kerja melimpah. Para jebolan Perguruan Tinggi tidak segan melamar kerja walaupun kesempatan itu sebenarnya ditujukan untuk jebolan SMA atau SMU. Ratusan ribu baik S1 atau S2 yang membutuhkan lapangan kerja setiap tahun karena Perguruan Tinggi dewasa ini sudah menjamur di kota-kota besar. hal ini pula menjadi PR tersendiri untuk pemerintah supaya mampu menjawab persoalan yang terus-terusan menjadi penghambat perkembangan perekonomian kota Tanjungpiang saat ini.

Masalah ketenagakerjaan di Kepri sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan, hal ini ditandai dengan jumlah pengangguran yang besar, pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata pembangunan khususnya didesa yang tertinggal. Kondisi pengangguran  yang tinggi mengakibatkan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Sumber utama kemiskinan dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminalitas serta dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.

Pembangunan Kepri kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak, sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. Namun usaha mengatasi pengangguran bukanlah kewajiban pemerintah semata. Seluruh masyrakat diharapkan berpartisipasi untuk mengatasi masalah ini. Walau bukan hal mudah, pengangguran pasti bisa ditangani bila pemerintah dan masyarakat saling bekerja sama.

Faktor penyebab pengangguran sering diciptakan oleh diri kita sendiri. Penyebabnya pun bisa secara disengaja atau tidak. Faktor yang sering muncul dari diri kita yang menyebabkan terciptanya pengangguran dan tidak adanya lapangan kerja. Sebenarnya kesulitan lapangan kerja disebabkan oleh 2 faktor utama:faktor Pribadi dan faktor sosial ekonomi.

Bagi seorang pencari kerja dari bidang umum maka perlu diperhatikan sbb :

1. Kita tidak bisa memilih pekerjaan sesuai bidang pendidikan dan sesuai tingkat. Pendidikan kita tetapi apapun pekerjaan itu yang jelas dapat menghidupi diri kita dan itu harus kita sayangi dan laksanakan dengan baik sesuai job yang ada. Kalau ada kepastian mendapat pekerjaan lain yang lebih baik maka silakan saja untuk mengambil kesempatan tersebut, “sekarang ini mencari kerja yang haram saja sudah susah apa lagi yang halal” katanya.

2. Harus mempersiapkan diri sejak dini untuk kebutuhan tersebut diatas tadi untuk les bahasa dan les komputer dll karena hal tersebut akan selalu berkembang.

3. Mengadakan koneksi untuk bekerja bukan zamannya lagi karena baik perusahaan besar maupun Instansi Pemerintah selalu ingin mendapatkan calon pegawai yang terbaik diantara yang baik karena banyak tersedia ‘’bahan baku’’ nya. Kalau masih ada satu dua, tentunya itu rezeki mereka.

4. Kita harus mempunyai sedikit kelebihan dari orang lain. Mulanya orang lain fasih berbahasa Inggris maka kita harus fasih berbahasa Inggris ditambah bahasa Jepang atau Mandarin dll. Ingat prinsip management Jepang dimana kita harus setengah langkah maju didepan dari orang lain dimana kalau kita berlari lebih cepat setengah langkah didepan dari saingan kita maka apabila kita dikejar harimau maka yang dikejar/ditangkap adalah yang dibelakang.

Mempersiapkan diri untuk bekerja mutlak harus dilaksanakan karena kalau tidak maka kita akan tertinggal dari orang lain saingan kita. Dan salah satu yang menjadi bahan pemikiran yang berat bagi para orangtua dewasa ini adalah susahnya mendapat pekerjaan untuk anak. Sudah bukan rahasia umum lagi apabila seseorang ingin diterima disalah satu perusahaan besar atau instansi pemerintahan harus menyediakan uang dengan jumlah yang tidak sedikit, hal tersebutlah yang menjadikan kesempatan kerja yang minim dan menciptakan wajah-wajah baru didalam dunia pengangguran. Terlepas dari itu semua biasanya kesempatan kerja juga cenderung memihak kepada kerabat-kerabat terdekat baik itu di suatu perusahan maupun instansi pemerintahan. Ini menunjukan betapa diera globalisasi saat praktek nepotisme masih saja terlihat dan tidak terelakan.