Raja Bakhtiar Reses Ajak Masyarakat Sehat
KARIMUN - Memasuki masa reses DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Reses selama seminggu dimanfaatkan secara optimal oleh anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Kepri, Raja Bakhtiar dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Karimun, dengan melakukan pelayanan kesehatan terapi buang darah atau dikenal juga Miracle of Blood Therapy dan jaring aspirasi masyarakat.
Anggota DPRD Kepri putra asli Karimun tepatnya Kecamatan Durai ini, melakukan reses sejak 29 Maret hingga 4 April. Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kepri, Ia pun mengawali reses dari Kabupaten Karimun dan Kundur. Baru kemudian roadshow di Kecamatan lainnya di Karimun.
Uniknya, reses Raja Bakhtiar tidak melulu berbentuk dialogis melainkan tindakan langsung berupa pelayanan kesehatan terapi buang darah atau dikenal juga Miracle of Blood Therapy.
Terapi itu membuang detoksin atau racun melalui buang darah di sekitar pergelangan kaki dan tangan. Tidak tanggung-tanggung, Raja Bakhtiar memboyong ahli terapi buang darah asal Banten yakni Rodjikhi bin Kusen serta dibantu sejumlah terapis dari Raja Bakhtiar Foundation (RBF).
"Ada tiga bentuk pencemaran zaman sekarang yakni polusi udara, polusi air dan polusi makanan. Dengan buang detoks atau racun, sel-sel kita yang rusak, kekebalan tubuh yang menurun bisa diperbaiki. Terapi ini ajaib, Insya Allah bisa mengobati berbagai macam penyakit," kata Raja Bakhtiar disela-sela terapi.
Sejak dibuka pagi hari, terapi buang darah atau dikenal juga Miracle of Blood Therapy sudah banyak orang yang antri mendaftar dengan berbagai penyakit yang berbeda. Tak kurang dari 100 pasien berhasil dilayani oleh Tim Raja Bakhtiar Foundation (RBF).
Salah seorang pasien Buyung, yang mengikuti terapi tersebut mengatakan setelah melakukan terapi tersebut badannya terasa ringan dan seprti sehat tanpa ada keluhan yang biasa ia rasakan sehari-hari. Ia bisa mengeluh tensinya selalu tinggi dan juga kolestrolnya selalu tinggi setelah dilakukan terapi ada perubahan pada dirinya.
"Saya baru lihat kalau darah saya yang keluar tersebut hitam dan bercampur dengan air. Air yang keluar tersebut berupa lemak yang telah menumpuk dan itu sangat bebahaya pada tubuh dan kesehatan saya," ungakap Buyung.
Reses berbentuk terapi tersebut masih akan digelar mantan Ketua DPRD Karimun masa jabatan 2009-2014 tersebut. Selanjutnya digelar di kampung halamannya, Durai dan Pulau Sugi, Kecamatan Moro. Meski tidak menarik bayaran, Raja Bakhtiar hanya menyarankan warga untuk berinfak semampunya untuk kemudian disumbangkan ke Masjid Jami' Nurul Hidayah, Kundur.

