Gubernur Kepri Dikenal Sebagai Anak Petani Sukses

Jumat, 8 April 2016 16:33 WIB
591x ditampilkan Batam

BATAM - Gubernur Kepulauan Riau Drs. H. Muhammad Sani dinyatakan meninggal dunia di RS Abdi Waluyo Jakarta, Jumat 8 April 2016 sekitar pukul 15.15 WIB.

 

Ia meninggal setelah mengeluh sakit. Beberapa hari belakangan sebelum menghadiri pertemuan dengan Presiden Jokowi, Sani sempat dilarikan ke rumah sakit di Singapura. 

 

Kondisi kesehatan Sani terus menurun. Berikut sejarah singkat tentang karir Sani yang bergelar si Untung Sabut itu:

 

Sani lahir di Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, 11 Mei 1942; umur 74 tahun. Dia adalah Gubernur Kepulauan Riau periode 2010-2015 dan 2016-2021. Ia terpilih sebagai gubernur menggantikan Ismeth Abdullah dalam pemilihan gubernur langsung pada tahun 2010 dan terpilih kembali untuk periode kedua pada Pilkada Serentak tahun 2015.

 

Seperti dikutip dari laman wikipedia, Sani sebelum menjabat sebagai Gubernur Kepulauan Riau menjabat sebagai wakil Gubernur Kepulauan Riau pada periode sebelumnya mendampingi Gubernur Ismeth Abdullah. 

 

Peraih Satya Lencana Bintang Melati tahun 2003 dan Satya Lencana Pembangunan pada tahun 2004 oleh Presiden Republik Indonesia ini juga pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Karimun pada tahun 2001 hingga 2005.

 

Muhammad Sani merupakan potret anak petani yang menggumuli hidup dalam keterbatasan yang kemudian bersinar. Dia menyadari hanya dengan banyak bekerja, belajar dan membangun hubungan baik dengan sesama, hidupnya akan terangkat dari kubangan kemiskinan.

 

Sejak kecil Muhammad Sani sudah sudah terbiasa menghadapi kerasnya kehidupan. Saat anak-anak seusianya lebih banyak bermain, Sani malah menghabiskan waktunya di kebun karet dan kelapa sawit. 

 

Bekerja menoreh getah, mengumpulkan daun pinang kering, menjadi pemungut bola tenis dan mendorong gerobak menjual air keliling kampung dilakoninya demi membantu ekonomi keluarga dan menutupi biaya sekolahnya.


(batamnews)