Menikah di Usia Muda?

Diterbitkan oleh pada Senin, 11 April 2016 16:42 WIB dengan kategori Opini dan sudah 948 kali ditampilkan


 

            Dalam sebuah hadist pun telah di sebutkan “ wahai pemuda, barang siapa diantara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, Karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu maka hendaknya ia berpuasa sebab ia dapat mengekangnya ( HR. Bukhari ). Menikah di usia muda yang masih dipandang tabu oleh masyarakat khusus nya orang – orang tua bukan lah suatu kesalahan, bahkan akan lebih baik jika di segerakan.

            Menikah muda akan lebih membuat kedua pasangan lebih bahagia, sebab umumnya mereka belum banyak memiliki ego dan ambisi. Pasangan muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan masih harus hidup “ pas – pasan” mereka tetap bisa enjoy dengan kondisi tersebut.

            Sebagian besar orang pernah berkata “ Untuk apa menikah cepat – cepat, sukses dulu baru nikah “. Padahal saat seseorang menikah dia akan merasa lebih tenang, merasakan sakinah. Dengan ke stabilannya ini ia akan lebih focus dalam mencapai karier nya.

            Menikah adalah proses yang sangat kompleks, yang melibatkan fisik, pikiran, mental, dan keberanian dalam menempuh kehidupan yang berbeda, saat itu seseorag mulai memvariasikan hidupnya dengan mencoba menggenapkan yang ganjil pada diri orang lain, mulai melengkapi dan membereskan yang bersrakan pada hubungan kedua nya, guna mencapai kebahagiaan yang di tempuh bersama – sama

            Menikah juga rasanya harus di segerakan bagi kedua insan yang sedang atau saling jatuh cinta, untuk menjaga segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika kedua nya tidak segera menikah, dan tidak bisa mebentengi diri, karena sudah banyak yang tadi nya gagah seperti Ali bin Abi thalib tapi lemah karena virus merah jambu ini.

            Menikah di usia muda tidak menjadi penghalang untuk melanjutkan studi dan berkerja, percayalah menikah bukan lah penutup pintu rezeki, jika ada argument – argument semacam ini di kalangan masyarakat sangat lah di rugika sekali mereka yang sudah siap menikah menunda pernikahannya hanya karena menunggu kesuksesan. Kesuksesan terhalang bukan karena pernikahan. Menjemput rezeki bersama istri dan suami bukankah lebih terdengar baik ?

            Di sisi lain juga ada yang beralasan menunda pernikahan karena ingin mendewasakan diri terlebih dahulu. Untuk mereka “ sampai ingin sedewasa apakah dirimu sampai kau baru ingin menikah ? “

            Ada lagi pernyataan dari para medis bahwa menikah di usia muda akan membahayakan sistem reproduksi wanita. Bukankah sudah jelas ? menstruasi nya seorang gadis merupakan pertanda bahwa rahimnya telah siap menerima benih.

            Menurut Syamq dalam artikel nya “ manafaat menikah di usia muda “ Menikah di usia muda adalah saat – saat yang baik untuk saling menyesuaikan, untuk saling berbincang segala kurang lebih pasangan dan menyesuaikan dengan keluarga suami/ istri. Menyesuaikan dua karakter akan lebih mudah dilakukan pada usia muda, karena mereka “ bak santan yang belum terlanjur menjadi minyak kelapa “

            Lalu, ada lagi alasan menunda pernikahan karena mencari pasangan yang sempurna, sungguh anda tidak akan menikah pada usia muda atau pun tua, jika yang ingin anda temukan adalah sebuah kesempurnaan. Memang dalam diri kita telah ada karakter – karakter yang kita suka dan kita ingin ada pada diri psangan kita. Disisi lain ada standarisasi tertentu yang harus kita pakai dalam aturan agama. Hal ini sangatlah penting, akrena kesamaan prinsip dan akidah akan membuat hubungan lebih kuat.

            Ketika prinsip anda hanya ingin menikah dengan orang yang sempurna menurut pandangan anda, maka anda telah menjadi orang yang egois dan muanfik. Karena sudah sesempurna apakah anda ?

            Pada zaman ini seks bebas bukanlah menjadi suatu hal yang tabu lagi, dimana – mana ada seks bebas, namun apakah kita harus mengikuti perkembangan zaman yang seperti ini ?  sungguh Allah sudah memberi solusi terbak dalam hal ini dengan menikah, sesungguhnya Allah SWT berfirman dalam Al – quran : “ Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji lagi jalan yang buruk ( Al – Isra : 32)

            Sebagai kesimpulannya Allah patrikan dalam Al- Quran yang salah satu nya tentang pernikahan dan kehidupan berumah tangga

“ itulah sebagian hikmah yang di wahyukan tuhan kepadam, dan janganlah kamu mengdakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu di lemparkan kedalam neraka dalam keadaan tercela lagi diajuhkan ( dair rahmat Allah) ( Al – Isra : 39)

            Semoga dengan adanya tulisan ini keyakinan kita kepada Allah akan bertambah dan kita akan terhindar dari ketakutan untuk memulai berumah tangga di usia muda.

 

            Bagi yang belum menikah semoga Allah mudahkan ia menemukan pasangan hidupnya. Dan bagi yang sudah menikah semoga Allah jaga pernikahanmu. Karena ia merupakan suatu amanah dari Allah kepadamu.       


*Mahasiswi STAI SAR Tanjungpinang