Kampung Cening Minta Pemekeran Jadi Desa
LINGGA - Dua RT yang ada di kampung Cening dan kampung Seranggung meminta pemerintah untuk memekarkan menjadi desa karena sudah dinilai cukup demi memeratakan pembangunan dan cepatnya pembangunan.
Perihal keinginanan pemekaran ini disampaikan oleh ketua RT 04 RW 03 kelurahan Daik, Sazali kepada wartawan portal ini. Sazali yang juga direktur PDAM Tirta Lingga ini mengungkapkan jika keinginan pemekaran ini juga diiyakan oleh pihak kelurahan demi memeratakan pembangunan daerah, apalagi didukung oleh jumlah penduduk kami di tambah RT 05 kampung Cening sekitarnya sudah lebih dari cukup untuk membentuk sebuah desa, paparnya.
Keinginan ini tidak lain karena selama ini tempat kami merasa sangat kurang pembangunannya sehingga diharapkan dengan jadinya nanti usulan-usulan yang disampaikan kepada pemeritah baik di tingkat kabupaten maupun ke tingkat provinsi bisa segera direalisasikan.
Selain Sazali, ketua RT 05 RW 03 Daik Lingga , Bahrumazzi juga mengharapkan hal yang sama. Kami sebagai daerah RT pemekaran baru dan juga perkampungan baru yang mayoritas warga kami merupakan warga pendatang dan pegawai di pemerintah kabupaten Lingga, saat ini supaya lebih mudah koordinasi dan komunikasi memang sebaiknya kami dimekarkan, mengingat di RT 04 dan RT 05 saja jumlah Kepala Keluarga sudah melebihi 250 KK. Pemekaran ini juga diharapkan mampu memberikan semangat tersendiri buat warga untuk bersama-sama membangun dan menjaga keamanan supaya lebih baik dengan koordinasi yang lebih kecil dibandingkan saat ini bergabung dengan kelurahan yang jumlah penduduknya lebih luas dibawah koordinasi pak Lurah.
Keiginan untuk menjadi desa juga disambut baik warga, salah seorang warga Cening Kasmadi juga menyambut baik untuk menjadi desa, karena dengan pemerintahan ditingkat desa nantinya diharapkan koordinasi dan kesempatan untuk meraih berbagai macam pembangunan dari pemerintah menjadi lebih besar, ungkapnya.
Saran Kasmadi sebagai warga Cening, berharap nanti jika desanya jadi, nama desa yang diusulkannya juga Desa Bukit Cening, mengingat Cening sudah sangat lekat namanya, meski bukit Cening itu merupakan bukit dimana ditempatkan Meriam zaman kerajaan dulu sebagai benteng untuk menghadapi musuh kerajaan yang ingin masuk ke Daik Lingga.
Semoga keinginan warga ini bisa diakomodir oleh pihak-pihak yang berwenang, baik dibidang pemerintahan desa maupun anggota legislatif yang menaungi urusan pemerintahan.

