Kepri Darurat Narkoba

Jumat, 15 April 2016 16:57 WIB
645x ditampilkan Liputan Khusus

BATAM (Kepri) - Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan saat ini wilayahnya telah dijajah dengan cara modern dengan banyaknya kasus penyelundupan narkoba. "Kepri 'dijajah' dengan narkoba. Kita sudah diserang dengan cara modern," kata Kepala Ditjen BC Kepri, Parjiya di Batam, Jumat (15/4).


Ia mengatakan, pada tiga bulan pertama 2016 di Indonesia sudah terjadi 93 kasus penyelundupan narkoba. Dari jumlah tersebut sebanyak 24 kasus terjadi di Batam, Karimun lima kali dan Tanjungpinang empat kali. "Hal itu menujukkan Kepri khususnya Batam menjadi salah satu wilayah yang dimanfaatkan untuk memasukkan narkoba ke Indonesia," kata dia.

Parjiya mengatakan selain aparat, pencegahan masuk dan peredaran narkoba harus dilakukan semua pihak termasuk masyarakat. "Setidaknya jangan sampai anggota keluarga kita menjadi pengguna narkoba," katanya mengingatkan.

Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan narkoba di Batam seperti air mengalir. Setiap hari masuk secara rutin. Menuut Sam Budigusdian, biasanya jumlahnya tidak banyak. Tapi selalu ada yang masuk lewat pelabuhan dan modusnya banyak. 

Meskipun banyak yang ditangkap, menurut dia, upaya penyelundupan tersebut masih banyak yang lolos. "Selain pengawasan pada pintu masuk, saya perintahkan semua tempat dirazia. Tidak ada tempat yang tidak bisa dirazia," kata Sam.

Ia mengatakan saat ini Polda Kepri dan jajaran masih dalam masa operasi Bersinar sebagai upaya memberantas narkoba. Walaupun nanti Operasi Bersinar selesai, dia menyebut upaya perang terhadap narkoba harus terus dilakukan. (ROL)