BMKG: Hotspot di Riau Capai 18 Titik

Diterbitkan oleh pada Rabu, 20 April 2016 21:44 WIB dengan kategori Pekanbaru dan sudah 965 kali ditampilkan

PEKANBARU - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi peningkatan jumlah hotspot atau titik panas hingga mencapai 18 titik pada Rabu (20/4) sore.

 

"Keberadaan titik panas menyebar di enam kabupaten, yakni Bengkalis, Meranti, Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu," kata Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Sugarin di Pekanbaru.

 

Ia mengatakan, 18 titik panas yang terpantau citra satelit Terra dan Aqua pada pukul 16.00 WIB, delapan titik di Bengkalis, lima titik di Siak, dua titik di Pelalawan dan masing-masing satu titik di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu serta Meranti.

 

Namun, Sugarin mengatakan, dari 18 titik panas yang terpantau, hanya lima titik yang dipastikan sebagai titik api. Titik api merupakan indikasi adanya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.

 

Menurutnya, kelima titik api terpantau di Bengkalis dengan empat titik dan satu titik api lainnya di Pelalawan. Sementara itu, Satgas Udara Karlahut Riau dilaporkan telah menerbangkan dua helikopter jenis MI-8 asal Rusia guna melakukan pemadaman melalui pengeboman air.

 

Kadis Ops Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Kolonel Penerbang Yani Amirullah mengatakan, dua heli itu dikerahkan melakukan pemadaman di Bengkalis dan Meranti.

 

Ia mengatakan, pengeboman air akan terus dilakukan selama ada laporan dari daerah adanya kebakaran lahan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

 

Pemprov Riau terhitung 7 Maret 2016 telah menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan sebagai upaya mempercepat pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang berlaku dalam tiga bulan.

 

"Beberapa daerah di Riau sudah menetapkan siaga darurat kebakaran lahan, maka kami mengakomodir untuk disampaikan ke pusat," kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.


(ant)