Mahasiswa UI Ciptakan Alat Observasi Bawah Air Tanpa Awak

Diterbitkan oleh pada Kamis, 21 April 2016 08:53 WIB dengan kategori Pendidikan dan sudah 832 kali ditampilkan

JAKARTA - Salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo adalah pengembangan pada bidang kemaritiman. Sayangnya, observasi bawah laut di Tanah Air masih minim teknologi. Padahal, di negara lain teknologi tanpa awak sudah mulai digunakan untuk membantu berbagai kegiatan, seperti mencari potensi sumber daya alam, industri, hingga identifikasi bencana bawah laut.

Inovasi piranti observasi bawah air tanpa awak justru diciptakan oleh lima mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Mereka adalah Zulfah Zikrina, Syifa Alfiah, Hitomi Hadinuryana, dan Aqil Athalla Reksoprodjo dari Jurusan Teknik Perkapalan, serta Aldwin Akbar Hermanudin dari Jurusan Teknik Komputer. Mereka menamai alat tersebut sebagai Unmanned Underwater Vehicle (UUV) dengan menggabungkan dua buah kendaraan bawah air, yaitu Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV).

"Ada tiga fungsi utama yang melatarbelakangi penciptaan alat ini. Untuk penelitian, dapat difungsikan mengobservasi dan pemetaan bawah laut. Untuk industri membantu mengecek pipa bawah air dan pembangunan lepas pantai. Dan untuk badan keamanan negara berfungsi sebagai penjinakan bom dan pemantauan bawah air," papar ketua tim, Zulfah Zikrina dalam acara media briefing Tanoto Student Research Award (TSRA) di Annex Building, Jakarta, baru-baru ini.

Piranti observasi bawah laut tersebut memiliki berat 10 kilogram di udara dengan kecepatan maksimal 1 knot horizontal dan 0,5 knot vertikal. Untuk menggerakkan alat ini, dibutuhkan remote control.*Okz