Perekonomian Riau Hanya Tumbuh Satu Persen
PEKANBARU (RIAU) -Tahun 2015 merupakan masa sulit bagi perekonomian Riau. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Riau, Ismet Inono beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Riau sepanjang 2015 sangat kecil. Hanya sebesar 1 persen saja.
Penurunan perekonomian di Riau menyusul melemahnya perekonomian dunia yang dibarengi dengan turunnya harga minyak dunia pada level terendah di angka US$ 30 per barel cukup membuat perekonomian Riau terpukul.
Turunnya harga migas memperburuk kondisi dengan terpangkasnya DBH hingga 50 persen. Riau kehilangan Rp 4 triliun dari DBH Migas yang sebelumnya mencapai Rp 8 triliun.
Bukan hanya itu, sejumlah komoditas yang menjadi unggulan Riau, seperti crude palm oil (CPO), minyak dan gas, serta hasil perkebunan lain, tidak mampu mendongkrak perekonomian secara signifikan lantaran lesunya harga komoditas di pasar dunia.
Sementara, angka pengangguran dan kemiskinan menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Mawardi Arsyad Kamis (21/4/16) meningkat.
"Angka pengangguran mengalami peningkatan sepanjang 2015 di Provinsi Riau. Sebanyak 217.053 warga Riau tidak bekerja. Jumlah tersebut jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 176.762 jiwa. Angka kemiskinan pun turut naik. Pada 2015, tercatat 531.390 juta atau meningkat ketimbang tahun sebelumnya, 498.280 jiwa.
"Belum lagi luas lahan perkebunan yang semakin terbatas serta pendidikan tenaga kerja yang rendah serta bencana kabut asap melanda Riau hingga Oktober," terangnya.***(riauterkini/H-we)

