Tiga Warga Bengkalis Tewas Disebabkan Penyakit Rabies

Diterbitkan oleh pada Selasa, 26 April 2016 20:28 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 774 kali ditampilkan

BENGKALIS (RIAU) - Dalam rentang waktu 2009 hingga 2015, terjadi 19 kasus konfirmasi positif rabies. Dua kasus di antaranya terjadi di Pulau Rupat, 11 kasus di Pulau Bengkalis dan 6 kasus terjadi di wilayah Kabupaten Bengkalis yang ada di Pulau Sumatera.

 

Dari jumlah kasus tersebut, menyebabkan tiga orang korban jiwa meninggal dunia, yaitu 1 orang di Pulau Rupat dan 2 orang di Pulau Bengkalis. 

 

Melihat dari data tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis Burhanuddin mengatakan, seiring perkembangan pembangunan di Kabupaten Bengkalis, diperlukan pengawasan keluar masuk hewan. Munculnya kembali rabies di Pulau Bengkalis 2015 lalu, merupakan tantangan besar dan perlu upaya lebih intensif dari semua pihak. 

 

“Saya berharap, melalui workshop ini benar-benar bisa menjadi sarana, pencegahan dan penanggulangan rabies. Sehingga membebaskan kembali Pulau Bengkalis dan Rupat dari rabies,” ungkapnya ketika membuka kegiatan Workshop Pembebasan Rabies di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis 2016 di kantor bupati, Selasa (26/4/16). 

 

Rabies atau penyakit anjing gila, merupakan salah satu penyakit hewan yang dapat ditularkan kepada manusia atau zoonosis, dapat menyebabkan kematian, baik pada hewan maupun manusia. 

 

Selain itu, juga bisa menimbulkan dampak yang sangat merugikan, karena dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat, serta merusak sendi ekonomi, politik, serta sosial budaya di suatu wilayah. 

 

“Mengingat besarnya dampak bisa yang ditimbulkan, maka perlu penanganan yang serius dan berkesinambungan dari seluruh pemangku kepentingan, tidak terkecuali partisipasi aktif masyarakat. apalagi di Kabupaten Bengkalis khususnya, ada kecendrungan kasus rabies kembali meningkat dari tahun ke tahun,” katanya lagi.***(riauterkini/dik)