Jokowi Minta Pasar Tradisional Tidak Kalah dengan Mall
BIMA (NTB) - Kunjungan jokowi untuk meresmikan pasar tradisional ama hami kota bima NTB jumat(29/4) merupakan awal kunjungannya di indonesia timur,jokowi tiba di lokasi pasar sekitar pukul 01.40 wita,dengan pengawalan super ketat dari TNI dan Polri,seusai jumatan di desa Talabiu kab bima.
Stigma tentang pasar tradisional yang selama ini terkesan kotor dan sembrawut,perlahan akan berubah seiring dengan program revitalisasi pasar tradisional secara menyeluruh kedepanya,yang salah satu nya,pasar raya tradisional ama hami kota bima.
Mengawali sambutanya,jokowi tidak menyangka kab/kota bima ini sangat indah dengan penyambutan nya dan bersih,bersih,kemudian sedikit menyindir,biasanya,pasar tradisional itu terkesan tidak teratur,becek,dan bau.
Presiden jokowi juga menyampaikan"bahwa pasar tradisional jangan kalah dengan mall,dan harus di kelola dengan profesional,di tata dengan baik barang dagangan,jangan sampai pasar masih baru,sementara penataan barang tidak baik.
Jokowi juga menyampaikan bisikan dari wali kota,'pasar ini masih kurang,karna masih sekitar 500 pedagang yang belum bisa tertanggung,harus di tambah lagi,'kutip nya.
Dalam sambutan nya,jokowi mengundang salah satu pedagang tomat naik ke panggung bertanya jawab dengan jokowi tentang seputar pendapatan dan modal nya.
Dan selanjutnya,presiden jokowi di dampingin oleh menteri perdangan,gubernur NTB dan Wali kota bima,membunyikan alaram tanda peresmian pasar tradisional ama hami.
Sebelum bertolak ke bandara,jokowi menyempatkan diri untuk melihat suasana pasar dan pedagang sekaligus bersalaman dengan warga juga membagikan buku.
Saat perjalanan pulang,ribuan warga mengerumuti mobil RI 1 tersebut,ada yang ingin bersalaman dan ingin melihat secara dekat,di dalam mobi,sambil di kawal paspampres,jokowi menyempatkan diri untuk melambaikan tangan dengan senyum nya.

