Jaringan Perlindungan Anak Sulsel Kutuk Kekerasan Pada Anak
MAKASSAR - baru baru ini Banyak terlihat dan terdengar tindak kekerasan terhadap anak-anak baik itu kekerasan seksual, fisik dan mental menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan.
Apalagi setelah banyak munculnya kasus pemerkosaan dan pembunuhan anak di Bengkulu bernama Yuyun yang dilakukan 14 orang, yang kemudian tertangkapnya seorang ayah yang tega membunuh anak kandungnya sendiri terjadi di Tamalanrea.
Banyaknya kasus kekerasan anak (seksual, fisik dan mental) di Sulawesl Selatan yang sudah menelan banyak korban dan mendapat kecaman dari para pemerhati anak yang tergabung dalam Jaringan Perlindungan Anak Se Sulawesi Selatan yang menyatakan sikap.
Dalam rilisnya mereka menyatakan bahwa Kekerasan Anak merupakan bentuk KEJAHATAN KEMANUSIAAN yang harus SEGERA dihentikan. karena akan berdampak negative bagi dan perkembangan anak, selain itu mereka juga menunduk SEGERA menindak tegas para PELAKU KEKERASAN ANAK dengan hukuman yang setimpal berdasarkan Undang-undang Perlindungan.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) sulsel Ir. Fadiah Mahmud menjelaskan bahwa semua pihak perlu melakukan upaya PENCEGAHAN melalui kampanye PERLINDUNGAN ANAK secara massif dan terus memperkuat kelembagaan keluarga dengan pola pengasuhan
"Sudah saatnya kita perlu menciptakan Lingkungan yang RAMAH dan NYAMAN bagi Anak di RUMAH, SEKOLAH, MASYARAKAT agar terpenuhi hak-haknya. anak dapat bebas berkreasi, perilakunya terbentuk, santun, berkarakter, bertangungjawab." Ujarnya Jumat (06/05/2016), terkininews.com
Menurutnya perlu Memperkuat jaringan komunitas di berbagai tingkatan (RT/RW, Kelurahan/Kecamatan) untuk melakukan monitoring dan pemantauan hak-hak anak dan mengatur mekanisme penanganan berbasis komunitas.
Serta mengajak semua pihak (Pemerintah, Lernbaga Pendidikan, Lembaga Keagamaan dan Masyarakat) bahu membahu untuk menyelamatkan anak-anak dan mempersiapkan mereka untuk menjadi anak yang sehat.
cerdas dan berkualitas.

