Danramil 1608-03: Masyarakat Anti Dengan Komunis

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 9 Mei 2016 20:42 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.275 kali ditampilkan

Salah satu daerah yaitu dua kecamatan Sape dan Lambu merupakan salah satu daerah di kab bima yang pada jaman dulu sudah terkoneksi virus komunis, dengan satu terik, mencantumkan nama masyarakat dengan alasan untuk mendapatkan lahan tegalang.

Pada jaman kesulittan ekonomi tersebut,masyarakat dengan ketidak tauaannya,mereka senang dengan pencatutan nama tersebut,pada hal,suatu akal-akalan kelompok komunis  ini untuk menjebak masyarakat bodoh menurut cerita dari warga setempat yang di kumpulkan.

Sesuai TAP MPRS NO XXV/1966 tentang pembubaran partai komunis indonesia,pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah negara republik indonesia bagi partai komunis indonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarluaskan atau mengembangkan faham atau agama komunisme/marxisme-leninisme.yang di tetapkan oleh ketua MPRS Jendral TNI Dr.A.H Nasution Jakarta 5 juli 1966.

Isu PKI di beberapa kota besar hingga tayang di TV dan beredar di media sosial Facebook,yang akhir-akhir ini hangat di perbincangkan.

Terkait dengan adanya  9 Mei yang merupakan hari Partai Komunis Indonesia(PKI) Team Terkininrws.com mendatangin kantor Danramil 1608-03 sape yang terdekat untuk mendaptkan keterangan resmi dan bertemu dengan Kapten Inf Ahmad di ruangan nya Senin (9/5) pukul 12.30 ,menyampaikan,'untuk di 2 wilayah kec sape dan lambu,terpantau aman,kondusif dan tidak di temukan pergerakan baik kelompok tersebut hingga kriminal umum.

"Masyarakat sebenarnya tidak lagi menginginkan kejadian jaman dulu berulang lagi,masyarakat sudah anti terhadap PKI,Kata Danramil,hasil tanya jawabnya dengan masyarakat.

'Saya tidak tau,di wilayah lain,di dua kecamatan ini,belum ada sesuatu mencurigakan,terkait dengan 9 mei hari lahirnya PKI,karna masyarakat pada umum nya,tidak senang dengan hadir nya kelompok ini,'Ucap nya.
"Sesudah selesai apel pagi,para anggota dan babinsa,masuk setiap desa untuk memonitoring situasi di perkampungan,belum ada gerakan apa pun,masyarakat sekarang sedang melaksanakan aktivitas seharian,seperti petani sibuk dengan pekerjaan nya di sawah,begitupun warga lain nya,di sibukan dengan rutinitas masing-masing,Tutur nya pak Danramil.