Tumbuhkan Minat Baca untuk Reformasi Otak

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 9 Mei 2016 20:31 WIB dengan kategori Opini dan sudah 998 kali ditampilkan

Reformasi menjadi kosa kata yang paling Hits pada 19 tahun silam, dimana saat itu rezim otoriter Suharto jatuh setelah 32 tahun berkuasa di Negeri ini.

Adanya gerakan mahasiswa dan rakyat menemukan momentum yang pada masa itu, untuk menumbangkan pemerintah korup setelah Negri ini dihantam badai krisis moneter yang amat pedih dan pahit. Dimana krisis ekonomi dan sosial sudah menjadi wabah di masyarakat.

Tersingkap sudah borok rezim totaliter yang bersembunyi dalam kredo develomentarian. Aroma yang begitu busuk; Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme" atau yang begitu masyhur dengan singkatan KKN menjadi amat di benci. Reformasi menjadi kosa kata Hits yang membangkitkan gairah generasi muda untuk menawarkan perubahan.

Mungkin itu sedikit Flashback dari sebuah ikon Mahasiswa Indonesia yang berjaya menumbangkan pilar orde baru yang di sebut Reformasi. Berbicara Reformasi dimana anda juga bisa menumbuhkan rasa itu dalam mereformasikan Otak anda untuk menambah wawasan dan pengembangan diri anda, melalui kegiatan belajar dan membaca dalam segala aspek demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara terutama dalam dunia Akademik.

Otak menjadi kekuatan fisik jika anda terus berlatih untuk pengembangan diri anda dan dengan berimaginasi anda bisa semakin memperkuat otak anda dalam mencapai apa yang anda kehendaki. Reformasi Otak akan mentransformasikan anda menjadi seseorang yang cerdas secara spiritual, emosional, dan sosial.

Jika andamemaksimalkannya, maka anda menjadi seorang yang cerdas dan berdaya saing tinggi dalam segala aspek dengan ciri-ciri: Pantang menyerah, Inovatif dan menjadi Pelaku Perubahan, Produktif,Pembangun, punya Semangat Tinggi, Sang Pemimpi, dan Pembelajar Membaca dan membaca kunci dalam mereformasikan otakyang anda miliki. Tanamkan dalam diri anda membaca adalah sebuah pemberontakan untuk menjadi seorang yang betul-betul unggul. Pemberontakan anda belum bisa dikatakan berhasil sebelum membawa kepada revolusi berfikir melalui Reformasi Otak yang mendemontrasikan kecerdasan yang masih tidur didalan diri anda.

Semua itu tergantung dari kekuatan anda berfikir ketika belajar dan membaca. Belajar tidak mudah begitu juga dengan membaca. Tidak belajar dan membaca berarti tidak cerdas, tidak cerdas dalam belajar dan membaca berarti anda belum cukup belajar dan membaca. Tombol pemicunya ada di Otak anda, yaitu sikap anda terhadap belajar dan membaca.