Terhindar Dari Malaria, Kini Warga Air Kelubi Malah Mengidap Penyakit Baru

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 10 Mei 2016 22:08 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.111 kali ditampilkan

LINGGA - Beberapa waktu lalu pihak puskesmas Lingga Utara melakukan aksi pemberantasan nyamuk di dusun Air Kelubi desa Resun Pesisir, Lingga Utara, guna meminimalisir beragam penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti malaria.

Namun aksi sosial ini malah menimbulkan efek samping, beragam penyakit baru, seperti gatal-gatal, sakit kulit dan sakit mata  kini diderita warga setempat akibat dari racun nyamuk yang disemprotkan disekitar perumahan warga.

Beragam penyakit baru ini membuat sejumlah warga di dusun tersebut resah dan melakukan protes terhadap pihak Puskesmas.

Hal ini dibenarkan Selamat (27) salah seorang warga Air Kelubi mengatakan, kegiatan dengan tujuan mencegah nyamuk malaria tapi justru malah menimbulkan beragam penyakit baru kepada masyarakat.

"Ini lah realita yang terjadi saat ini di kampung kami (Air Kelubi). Selepas dilakukan penyemprotan itu, ada anak - anak maupun orang tua yang terserang penyakit kulit, gatal, serta sakit mata," ungkanya, Selasa (10/5).

Atas kejadian ini, dirinya meminta kepada pihak desa serta Kecamatan dapat mengusut tuntas masalah tersebut. Sebab ini merupakan suatu kelalaian yg dilakukan pihak puskesmas mengenai mengenai kesehatan. Menurutnya hal ini terjadi kemungkinan karena keterbatasan pengetahuan atau hanya sebatas aksi asal - asalan saja.

"Saya selaku masyarakat Kampung Air Kelubi minta kepada pihak terkait desa, serta Kecamatan mohon di usut tuntas masalah ini. Karena apabila sudah berbicara kesehatan masyarakat, bukan hal yang main - main," ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Resun Pesisir, Mawardi juga turut membenarkan atas informasi ini. Dia katakan, pasca beberapa warga yang sudah menderita penyakit kulit tersebut, dirinya telah menanyakan kepada pihak puskesman Lingga Utara di kelurahan Pancur mengenai penyebab timbulnya penyakit baru itu.

"Saya sudah konfirmasi dengan pihak puskesmas, ternyata masyarakat terlalu cepat masuk ke dalam rumah setelah penyemprotan itu berlansung. Sehingga bahan yang disemprotkan tersebut belum kering total," jelasnya.

Kades yang juga merupakan warga Air Kelubi, mengatakan dalam pelaksanaan penyemprotan (Fogging) dulu, dirinya juga turut hadir di lokasi, melihat langsung bagaimana pihak puskesmas  melaksanakan kegiatan tersebut. Hanya saja, setelah penyemprotan beberapa warga terlalu cepat masuk ke rumah, sedang endapan obat tersebut belum kering secara normal sehingga menimbulkan terserangnya penyakit baru ini.

"Kita berharap kedepannya ini tidak terulang lagi untuk masyarakat saya. Kita juga akan lebih teliti lagi," terangnya.