Anggota DPR RI Fraksi Hanura Silaturahmi Media

Sabtu, 14 Mei 2016 17:18 WIB
416x ditampilkan Makassar

MAKASSAR - Muhtar Tompo yang baru saja dilantik pada 29 April lalu, menjadi anggota DPR RI setelah ada Pergantian Antar Waktu, terhadap Dewi Yasin Limpo yang terjerat kasus hukum oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu, terkait kasus suap pembahasan anggaran proyek pembangkit listrik mikrohidro di Kabupaten Deiyai, Papua.

Dalam kunjungannya ke Makssar anggota DPR RI fraksi Hanura asal Sulsel ini, Muhtar Tompo menyempatkan diri bersama bersama sahabat danvrekan rekan media guna melakukan sering aspirasi bersama untuk pregram program apa yang sekiranya dapat di lakukan oleh komisinya.

Menurutnya pertemuan ini bukanlah sebagai jumpa pers dan sebagainya namun hali ini adalah lebih kepada reuni "ini sebenarnya adalah reuni karena hampir rata rata yang hadir si sini adalah teman dan sahabat lama"papar muchtar sembari mengiaahkan jejak perjalanan politik nya hingga sampai ke DPR RI.

Silaturahmi tersebut di barengi dengan makanmakan siang bersama para wartawan di rumah makan Wong Solo, Jalan Alauddin, Makassar, Sabtu (14/05/2016).

Muhtar yang mulai membangun karir politik di partai Hanura, dengan menjadi legislator DPRD Sulsel selama 1 periode. Tetapi setelah itu dirinya ditawari oleh ketua DPP Hanura Wiranto untuk maju sebagai DPR RI tetapi dia mengaku kalah dalam merebut maju di Senayan.

“Tetapi setelah adanya kasus yang menjerat Ibu Dewi, saya dengan perolehan suara terbanyak setelah ibu Dewi kemudian saya menggantikan beliau, untuk mengisi kekosongan kursi di DPR,” ujarnya.

Dalam pertemuan itupun dia meminta kepada insan pers agar sekiranya dapat melihat lebih jauh lagi tethadap potensi potensi alam yang ada di belahan sulawesi kemudian bersama sama mengangkat potensi dan sumber daya daerah.

Menurutnya juga sekiranya bagi kawan media yang mengetahui informasi keberadaan sumberdaya alam yang pernah ada pada tahun 80 an berupa sumber minyak di daerah jeneponto itu dapat di investigasi"dari informasi yang saya dapat dari bupati jeneponto dahulu disana ada namanya blok karangloe dengan sumber minyak kok sekarang hilang entah kemana"ungkap dia pada awak media.