Ketua MPR: Tak Perlu Reaktif Soal Simbol Komunisme
JAKARTA -- Publik diminta tak terlalu reaktif menghadapi merebaknya lambang komunisme di Indonesia. Seperti diketahui, simbol palu arit yang identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) mulai banyak terlihat di Indonesia misalnya dalam sebuah pakaian.
"Di sana, di Eropa, pakaian itu sudah jadi suvenir karena langka," kata Ketua MPR Zulkifli Hasan di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (16/5).
Menurut dia, urusan yang dihadapi bangsa Indonesia cukup banyak, misalnya soal korupsi, kekerasan seksual, narkoba, dan lainnya. Untuk itu, adanya lambang palu arit yang belakangan mulai terlihat lagi sebaiknya tak terlalu dicemaskan. Kecuali jika memang ada tindakan nyata yang jelas-jelas menjurus ke arah kebangkitan PKI. Barulah aparat keamanan perlu bertindak.
Saat ini, kata Zulkifli, ruh kebangsaan Indonesia mulai memudar. Tak cukup hanya dengan berkeluh kesah ataupun meratap untuk mengembalikan ruh kebangsaan tersebut. Bangsa Indonesia harus melakukan sesuatu, misalnya saja dengan merevitalisasi agar cita-cita Indonesia sesuai dengan Pancasila dan konsep dasar berbangsa dan bernegara. (rol)

