Program Indonesia Terang Gantikan Peran PLN?

Sabtu, 21 Mei 2016 12:12 WIB
368x ditampilkan Nasional

SENTUL - Ketua Satuan Tugas Program Indonesia Terang (PIT) Said Didu menegaskan, Program Indonesia Terang tidak bertujuan menggantikan peran PT PLN (Persero)

"Jangan bilang bahwa Program Indonesia Terang mau menggeser PLN! Tapi kami membantu PLN," kata Said dalam Sarasehan bertajuk 'Sinergi Kemen ESDM Wujudkan Kedaulatan Energi Melalui Konservasi Energi dan Program Indonesia Terang', di Sentul, Jabar, Sabtu (21/5/2016).

Said pun menegaskan bahwa tidak ada persaingan yang terjadi antara Program Indonesia Terang dengan PLN. Pasalnya pasar yang menjadi sasaran keduanya berbeda. Program Indonesia Terang hanya menyasar daerah-daerah pelosok yang tidak dimasuki jaringan PLN.

Pihaknya bahkan ingin segera mengadakan pertemuan dengan petinggi PLN untuk dapat bekerja sama demi mempercepat masuknya listrik di desa-desa tertinggal.

"Kami ingin ketemu PLN untuk bikin kontrak. Kalau PLN enggak masuk, kami akan masuk. Semakin cepat PLN masuk, semakin cepat program ini (PIT) bubar," katanya.

Program Indonesia Terang digelar dalam rangka memenuhi target peningkatan rasio elektrifikasi nasional dari 85 persen pada tahun 2015 menjadi 97 persen di tahun 2019.

Pihaknya pun menargetkan 12.659 desa tertinggal sebagai prioritas kerjanya hingga 2019. Pasalnya desa-desa tersebut belum memperoleh akses listrik dari PLN. (okz)