Dirjen PKAT Mensos:Kemah Sosial Membangun Indonesia Mulai Dari Daerah Pinggiran

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 26 Mei 2016 21:03 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 839 kali ditampilkan

BIMA - Kemah Sosial merupakan salah satu kegiatan kolaborasi juga dari salah satu kebijakan tehnis,dalam rangka perluasan jangkauan pelayanan terhadap masyarakat.

Dalam satu sisi adalah( Social Promotions)  atau promosi sosial,dan program itu harus di promosikan,juga merupakan program pemerintah yang selaras dengan nawa citanya,bahwa pembangunan KAT mrnjawab dan masuk ke kebijakan nawa cita ke 3 presiden jokowi  untuk membangun indonesia mulai dari daerah pinggiran.

Kegiatan ini pula merupakan transformasi sosial antara warga setempat dengan warga lain yang pesertanya dari 21 Provinsi dan diikuti oleh 22 Kabupaten di seluruh Indonesia.

Terkait dengan kebudayaan, setiap daerah punya budaya tersendiri yang merupakan kearifan lokal, promosi budaya dengan sebutan Indonesia transformations budaya, selain itu, kemah sosial merupakan media belajar seluruh kampung warga Komunitas Adat Terpencil. Mungkin dari suku lain bisa mengenali seluruh warga KAT.

Dirjen PKAT Drs Hasbullah, M,Si pada media ini Selasa (24/5) saat di lokasi kemah "Untuk Kabele sekarang ini, sudah tidak lagi dikatakan daerah terpencil yang berkategori 1, yang dulunya hanya bisa dilalui dengan jalan kaki, sudah 3 tahun sangat luar biasa lompatan kemajuannya.dan untuk membangun pemberdayan KAT perlu dukungan dan suport dari pemerintah daerah, bersama-bersama dengan dinas serta instansi lain, seperti pembangunan jalan ini dari kementerian PU dan kementerian agama menyumbangkan Al,Qur'an." 

Lanjutnya lagi, "di Kabela ini perlu ada sekolah hunian, untuk kelas 1, 2, 3 dan kelas 4, karna anak kecil tidak bisa jauh dari sekolah, saat ujiannya tiba ikutin sekolah yang besar. Berkaitan dengan hal ini, sudah di sampaikan kepada bupati Hj Indah Damayanati Putri, untuk membantu KAT yang terpencil."

"Dan saya merasa bangga,karna banyak instansi sebagai mitra dinas sosial seperti bank NTB, Mandiri, Syariat, merupakan  penguatan ekonomi masyarakat dan kita bangun 35 unit rumah ini yang  bermutu budaya  daerah yang berangkat dari kearifan lokalnya, semuanya dari potensi daerah setempat,yang diharapkan sehingga terjadi sinergi antara pusat dan daerah," Ungkap Dirjen PKAT.

Lebih lanjut ia sampaikan,bersama tim akan menulis buku terkait dengan,pembangunan indonesia dari pinggiran, melalu pendekatan pemberdayaan terpencil, tutur Dirjen PKAT pada media ini.