Pemda Kab/Kota Di NTB Studi Banding Pengentasan Kemiskinan di Bantaeng SulSel

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 26 Mei 2016 15:19 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 816 kali ditampilkan

NTB - Sebanyak 60 orang peserta Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dari 10 kabupaten/kota Se- Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB H.M. Amin SH, M.Si mengadakan studi komparatif pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 23 sampai dengan 25 Mei yang dikoordinasikan Bappeda Provinsi NTB ini diisi beberapa rangkaian kegiatan antara lain penerimaan rombongan oleh Bupati Bantaeng Prof. Dr. H. Nurdin Abdullah M.Agr   Selasa (24/5) di Balla Lompoa Kabupaten Bantaeng.

Usai penerimaan, Tim selanjutnya menuju Kantor Bupati Bantaeng untuk melakukan tatap muka dan diskusi  berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan strategi pengentasan kemiskinan yang telah berhasil di direalisasikan kabupaten ini.

Wagub Amin dalam pengantarnya menyampaikan,  " Kabupaten Bantaeng dipilih karena merupakan salah satu daerah yang cukup berhasil dalam meningkatkan taraf ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pelayanan publik, membawa kemajuan yang cukup berarti bagi masyarakat".

"Meskipun NTB juga memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi seperti  Bantaeng, tetapi pertemuan ini penting untuk berbagi informasi yang berkaitan dengan strategi pengentasan kemiskinan". Ungkapnya Wagub.

Berdasarkan hasil diskusi dengan jajaran pemerintah Bantaeng yang berlangsung di ruang pertemuan Bupati, Wagub mengatakan, "pelayanan publik, tingginya partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta integritas pemerintahan yang sangat bagus di Kabupaten Bantaeng menjadi pelajaran penting bagi NTB".

Pada kesempatan pertemuan dengan para Wakil Bupati, Kepala Bappeda dan SKPD terkait, Bupati Bantaeng Prof. Dr. H. Nurdin Abdullah M.Agr dalam pemaparannya mengatakan bahwa Kabupaten Bantaeng yang di juluki Buta Tuo Berkarya  (kota tua berkarya) seluas kurang lebih 395,83 km² atau 0,87 persen dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Dari aspek pemerintahan, Bantaeng terdiri dari 8 kecamatan, 46 desa dan 21 kelurahan dengan jumlah penduduk 192 ribu jiwa. Keunggulan komparatif Kabupaten Bantaeng antara lain berada di lereng Gunung Lompobattang, merupakan kota tua yang berumur lebih dari 700 tahun serta kesuburan yang tinggi serta m budaya pendidikan yang maju.

Dengan luas wilayah yang relatif kecil tersebut maka strategi yang dikembangkan oleh Kabupaten Bantaeng yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian antara lain adalah mengembangkan strategi pertanian dengan menjadikan bantaeng sebagai kabupaten penghasil benih berkualitas yang berbasis teknologi.

Untuk mendukung kebijakan ini, Nurdin menggandeng universitas terkemuka seperti Unhas,  Badan Pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT) dan universitas tempatnya menimba ilmu di Jepang.

Hasilnya, kata Nurdin, Bantaeng mampu melesat menjadi Kabupaten yang menghasilkan produksi benih 5 ton per hari, penerapan teknologi varietas padi legowo 21 dengan 82 hari panen, serta produksi sayur-sayuran berkualitas ekspor yang disuplai ke Sulawesi Barat, Kalimantan serta beberapa wilayah lainnya". Papar Kandidat kuat Gubernur Sulsel ini.

Sementara itu, Wabup Bima Drs. Dahlan M. Noer di sela pertemuan  mengatakan, "salah satu kunci keberhasilan Kabupaten Bantaeng dalam pengentasan kemiskinan adalah pada jaringan (networking) yang luas baik dengan Perguruan tinggi terkemuka, lembaga riset dan negara maju seperti Jepang".

Aspek lain dibalik keberhasilan Bupati Nurdin memimpin  Bantaeng adalah diawali perencanaan pembangunan yang sistematis, fokus pada persoalan respon yang cepat terhadap kebutuhan publik". Urai Wabup Dahlan.yang dikutip dari keterangan Kabag Humas dan Protokol M. Chandra Kusuma, AP.