Kawasan Hutan Produksi Bantaeng di Sulap Jadi Lahan Pertanian
MAKASSAR - Akibat perubahan iklim, ekosistem hutan terancam kebakaran akibat panjangnya musim kemarau, sedangkan pada saat musim hujan dapat menyebabkan banjir.
Jika kebakaran hutan atau banjir terjadi secara terus-menerus, maka sudah tentu mengancam spesies flora, sehingga dapat merusak penghidupan fauna dan manusia.
Perubahan iklim erat pengaruhnya juga terhadap vegetasi pada suatu daerah dimana setiap lokasinya berbeda sumber daya alam dan hayati. terkininews.com (27/05/2016)
Kabupaten bantaeng merupakan wilayah sejuk pegunungan dengan pemandangan alam yang indah serta vegetasi hutan pinus yang akan menambah keindahan setiap sudut pandang, tentunya hal ini tidak lepas dari usaha dan upaya pemerintah dan masyarakat membangun memperindah daerah tersebut.
Penelusuran reporter kami tentang sesuatu hal yang berkaitan dengan perubahan iklim membawa ke sebuah perkampungan sejuk di kabupaten bantaeng yang mayoritas kehidupan masyarakatnya adalah bercocok tanam.
Tak lepas dari semua itu reporter kami menuai beberapa ke janggalan pada sebuah lahan hutan produksi yang berada di desa bonto lojong kabupaten bantaeng dengan koordinat S. 5.42838 E. 119.92601 yang nyaris habis akibat ulah manusia untuk kepentingan pribadi.
Lahan hutan tersebut telah di rambah para petani penghasil bawang, dan dari beberapa petugas Dishutbun yang di jumpai reporter kami yang malah menyampaikan keluh kesah terhadap lokasi kawasan hutan produksi yang mereka kawal.
Pasalnya dilokasi tersebut banyak terjadi simpang siur penataan kawasan yang hingga saat ini petugas lapangan pun tak dapat mentolerir penerbitan SPPT (Surat Pengelolaan Pajak Tertunda) "setiap kami melerai masuknya petani bawan mereka hanya berkeras dan mengatakan telah memiliki SPPT" Papar petugas Dishutbun.
Lebih lanjut ia memaparkan bahwa tak jarang nyawa petugas lapanganpun jadi taruhan, dan pihak kepala desapun seolah tak mau tahu dengan keadaan yang terjadi di desanya.
Ketika di konfirmasi kepada Kasat Pamhut bidang KSDAE Amirullah membenarkan hal tersebut" untuk daerah Bantaeng terkhusus lokasi bonto lojong pak yang seperti itu bahkan setiap tahunnya kami selalu melakukan pemadaman kebakaran hutan yang seolah di sengaja oleh masyarakat yang ingin mengolah hutan jadi kebun", papar Amir, sapaan akrabnya.

