TNI AL Lanal Dabo Singkep Bebaskan Dua Kapal Pukat Sanderaan Masyarakat Penaah

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 30 Mei 2016 21:35 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 2.078 kali ditampilkan

LINGGA - Dua unit kapal pukat hasil sanderaan masyarakat Desa Pulau Penaah,Kecamatan Senayang, kini telah dilepaskan berlayar kembali oleh pihak Lanal Dabo Singkep.

Alasan bebas kembali berlayar itu dikarena dari pihak Lanal Dabo Singkep  telah menelaah dokumen kapal pukat tersebut dan didapatkan hasil bahwa tidak ada maksud dan tujuan ke dua unit kapal tersebut berlayar masuk ke wilayah perairan penaah dengan tujuan menjarah hasil lautnya.

Hal ini dibenarkan Letda Arifin, Danunit Intel Lanal Dabo Singkep mengatakan, terkait kapal tersebut diizinkan kembali berlayar sesuai dengan tujuan di Dokumen yang telah dipelajari Lanal Dabo Singkep, alasan diberikan Izin berlayar kembali karena tidak ada maksud dan tujuan masuk ke wilayah laut desa Penaah di Kecamatan Senayang tersebut untuk melakukan penangkapan ikan, udang, sotong dan sejenisnya.

Dua unit kapal yang bernama RIZKY BARU 2, GT 29 dan kapal SUNLI JAYA 1 ,GT 48, Minggu (29/5) kemarin, sekitar pukul 11.35 WIB dilepaskan Lanal Dabo Singkep bertempat di pelabuhan Dabo Singkep.

"Sebab kapal tersebut berada di wilayah laut Kecamatan Senayang pada tanggal 22 Mei,  Kapal RIZKY BARU 2 GT 29 mengalami kerusakan dan Kapal SUNLI JAYA 1 GT.48 datang untuk membantu, dan sebelum memasuki wilayah tersebut kedua kapal sudah mendapat ijin dari masyarakat pulau setempat," ungkapnya Senin (30/5).

Namun, terkait masalah pembayaran antara pihak pihak kapal dan masyarakat Penaah dirinya mengakui tidak turut andil mendalami masalah tersebut karena prihal tersebut sudah diurus oleh pimpinan terkait yang ada di Kabupaten Lingga.

"Penyerahan Dokumen kepada Nakhoda kapal dilakukan di Lanal Dabo Singkep oleh Pasintel Lanal Dabo Kapten Ibnu Sina dan Kapten Firman, Pasiops Lanal Dabo," tambahnya.

Dari data yang di ungkapkan pihak Lanal Dabo Singkep kedua kapal telah mendapat persetujuan masuk ke wilayah desa Penaah dengan alasan tidak mengambil hasil laut. Namun hal terjadi malah terbalik, kedatangan kedua kapal pukat tersebut sempat menimbulkan konflik karena diduga telah menjarah hasil laut wilayah sekitar, tidak hanya itu bahkan sejumlah masyarakat Penaah beniat ingin membakar kedua kapal tersebut setelah di sandera.Tetapi dari pihak Lanal Dabo kedua kapal pukat tersebut digotong ke pelabuhan Dabo Singkep dengan tujuan pengecekan dokumen.

Andika (28) salah seorang tokoh pemuda Penaah mengatakan saat dilakukan penarikan kedua kapal pukat tersebut menuju pelabuhan Dabo Singkep, sejumlah masyarakat mengaku tidak mengetahuinya, bahkan masyarakat juga sempat melakukan pengejaran terhadap kapal yang dikemudikan sejumlah anggota TNI AL Lanal Dabo Singkep yang menggotong kedua kapal pukat tersebut . Pengejaran dilakukan dengan 6 buah kapal pompong oleh masyarakat.

Namun menurut informasi, pada saat 6 kapal pompong masyarakat melakukan pengejaran kapal pukat tersebut, malah terjadi insiden penembakan ke arah kapal pompong masyarakat yang ditembakkan ke air laut sebanyak belasan tembakan. Tembakan tersebut dilakukan pada saat 6 kapal pompong masyarakat yang mengejar mulai mendekati kapal pukat.

"Dengan adanya tembakan tersebut masyarakat kembali ke Penaah. Didalam kapal pukat bersama personil TNI-AL Lanal Dabo Singkep ada masyarakat yang ikut yaitu Bapak Azhari Kepala Dusun dan Saudara Wan Ketua pemuda Penaah," ucapnya

Ketika dihubungi untuk informasi mengenai masalah ini, namun sejauh ini pihak TNI AL Lanal Dabo membantah terhadap perlakuan pihaknya melakukan penembakan ke arah air untuk menghindari kejaran masyarakat melakukan pengejaran terhadap dua kapal pukat tersebut.