Alasan Harga Pangan Sulit Capai Target Jokowi di Ramadan

Selasa, 31 Mei 2016 11:53 WIB
326x ditampilkan Nasional

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menargetkan harga daging sapi dapat menembus harga Rp80.000 per kg. Target harga ini dipatok untuk dijual pada bulan Ramadan dan menjelang lebaran.

Namun, kalangan pengusaha memandang pesimis target ini. Pasalnya, mustahil harga daging untuk turun di saat permintaan yang melonjak saat Ramadan.

"Ya kita lihat saja tahun lalu. Permintaan itu kan meningkat. Jadi harganya ya juga pasti meningkat," ujar Ketua Dewan Pimpinan Harian (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Apindo Anton J Supit, kepada Okezone, Jakarta.

Menurut Anton, harga daging sapi akan sulit turun bersamaan dengan harga kebutuhan pokok lainnya. Penyebabnya adalah tingginya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi dengan penambahan stok. Selain itu, masalah distribusi juga masih menjadi kendala yang perlu dihadapi oleh pedagang pasar.

"Kan enggak mungkin pedagang itu beli mahal tapi dia jualnya murah. Pemerintah harus melihat kemampuan pedagang juga yang berharap berkah juga dari penjualan saat bulan Ramadan," ungkapnya.

Meskipun pemerintah akan melakukan impor daging, lanjutnya, harga daging akan tetap sulit untuk turun. Pasalnya, terdapat faktor psikologis yang disebabkan oleh meningkatnya harga bahan kebutuhan pokok lainnya seperti beras dan bawang yang secara tidak langsung akan menyeret harga daging untuk dapat naik.

"Demand yang lain itu kan tetap tinggi. Ini berpengaruh juga," jelasnya.

Sekadar informasi, pemerintah berencana akan melakuakan impor daging jelang Ramadan. Impor ini dilakukan bersamaan dengan rencana impor bawang merah. Harga yang ditargetkan pun mencapai Rp80 ribu hingga Rp80 ribu per kg untuk daging dan Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kg untuk bawang.

"Kalau mau mencapai harga segitu pemerintah ya harus siapkan barangnya dari sekarang," tukasnya. (okz)