Pelabuhan Makassar New Port (MNP) Terkoneksi dengan Jalur Rel Kereta Api Makassar-Pare dan Kima

Diterbitkan oleh pada Selasa, 31 Mei 2016 14:43 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 1.814 kali ditampilkan

MAKASSAR - Pelindo IV bersama sejumlah awak media makassar lakukan kujungan bersama ke proyek Pelabuhan Makassar New Port (MNP). Di jalan Galangan Kapal Makassar, Selasa (31/05/2016). Guna menyaksikan langsung pengerjaan proyek Makassar New Port paket A yang telah mencapai 28% dengan nilai penyerapan anggara mencapai 43 Miliar.

Kepala Satuan Pengelola Proyek Makassar New Port, Arwin, mengatakan dari total alokasi MNP sebesar Rp1,8 triliun, pengerjaan Paket A menyerap anggaran sebesar Rp326 miliar.

"Dari anggaran sebesar Rp326 miliar untuk proyek Paket A. Sampai dengan April 2016 penyerapan anggarannya sudah Rp43 miliar dengan progress pengerjaan proyek fisik per 31 Mei  2016 sudah mencapai 28%. Arwin menambahkan secara total proyek MNP ditargetkan selesai pada triwulan 11/2018.

Susantono juga mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melelang kelanjutan dari proyek MNP yang pada 22 Mei ini genap setahun sejak diground breaking oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu, yaitu untuk Paket B dan Paket C dengan pagu anggaran masing-masing Rp1,055 triliun dan Rp228 milyar.

Untuk Paket B, kegiatannya meliputi reklamasi seluas kurang lebih 13 hektare, causeway kurang lebih 1.276 meter, lapangan container kurang lebih 16 hektare dan pengerukan kolam pelabuhan minimal draft -16,0 mLWS. Sedangkan untuk paket C berupa pembangunan Breakwater sepanjang 1.310 meter.

"Proyek ini sengaja dibangun secara paket agar dapat dilakukan serentak, sehingga penyelesaiannya lebih cepat dan dilakukan secara terus menerus, dia mengatakan konsesi MNP dengan Kemenhub selama 70 tahun, dengan persentase yang harus dibayarkan ke Negara sebesar 2,5% per tahun.

Arwin juga menjelaskan nantinya pelabuhan MNP akan terkoneksi dengan jalur Rel kereta api Makassar-Pare dan kawasan industri Makassar (Kima) proyek MNP Akan Terkoneksi Jalur Kereta Api dan Kima, pungkas Arwin, lebih mendalam kepada media.(*)