Nelayan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 1 Juni 2016 15:08 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.048 kali ditampilkan


Untuk mengantisipasi munculnya korban akibat gelombang tinggi ini, petugas Search and Rescue (SAR) Pantai Parangtritis terus bersiaga dan melakukan patroli di sekitar pantai. Koordinator Operasional Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta Joko Budiono mengatakan, diprediksi gelombang pesisir selatan Yogyakarta hingga beberapa hari ke depan berkisar antara 2-3,5 meter.

Menurut dia, BMKG Jawa Tengah kemarin pun mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada 31 Mei-1 Juni (hari ini). “Diharapkan kewaspadaan terutama nelayan-nelayan kecil terhadap gel tinggi yang masih berpotensi muncul di selatan Yogyakarta,” katanya, kemarin.

Gelombang tinggi di pesisir selatan itu muncul karena angin timuran (monsoon Australia) yang bertiup cukup kencang dan berdampak pada kenaikan gelombang laut pesisir selatan Jawa. BMKG, lanjut Joko, akan terus melakukan update informasi perkiraan gelombang untuk disebarluaskan ke masyarakat.

Sementara itu, Dadri, seorang nelayan Pantai Depok, Bantul mengungkapkan setelah beberapa hari tidak melaut karena gelombang tinggi, pagi kemarin sebagian nelayan sudah terlihat mu lai melaut. Menurut dia, untuk gelombang antara 2-3,5 meter, nelayan kebanyakan masih berani untuk mencari ikan. “Tapi kalau sudah enam ke atas tidak berani,” ungkapnya.

Secara terpisah, Koordinator SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto menyampaikan kondisi gelombang laut dari pantauan Selasa (31/5) kemarin masih tinggi dan pengunjung pantai masih ramai.

Petugas SAR pun di akui terus bersiaga, di mana tiap harinya ada satu regu atau 17 personel yang terus disiagakan dan melakukan patroli di sepanjang Pantai Parangtritis sampai Pantai Depok. “Untuk Minggu dan liburan satu setengah regu di siagakan, dan nanti saat padusan semua personel SAR yang berjumlah 60 personel disiagakan,” bebernya. (okz)