Jokowi: Potensi Ekonomi Kelautan RI Seharusnya Rp 15.000 T/Tahun

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 15 Juni 2016 14:33 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 1.033 kali ditampilkan

Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat kabinet terbatas soal pembangunan sektor kelautan. Beberapa menteri terkait dikumpulkan untuk membahas persoalan tersebut.

Jokowi menyampaikan, kontribusi sektor kelautan terhadap perekonomian Indonesia di bawah 30% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau di bawah Rp 3,4 triliun per tahun.

Padahal menurut Jokowi, potensi sektor tersebut seharusnya US$ 1,2 triliun per tahun atau setara dengan Rp 15.600 triliun (kurs Rp 13.000).

"Dari informasi yang saya peroleh, potensi ekonomi, sektor kelautan Indonesia adalah US$ 1,2 triliun per tahun, diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja 40 juta orang," kata Jokowi membuka rapat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Potensi tersebut, lebih besar dibandingkan dengan realisasi sektor kelautan di berbagai negara. Terutama Jepang dan Thailand.

"Kalau kita lihat di beberapa negara, seperti di kelautan Jepang 48,5% PDB, atau setara dengan US$ 17.500 miliar, dan di Thailand yang garis pantainya hanya 2.800 Km mampu menyumbang devisa sampai US$ 212 miliar," paparnya.

Sebesar 70% wilayah Indonesia adalah laut. Jokowi menginginkan agar potensi tersebut harus dapat dicapai secepat mungkin.

"Sudah waktunya kita percepat pembangunan di kelautan kita, karena kita meyakini masa depan ada di laut. Sekali lagi ada di laut. Kita akan bisa menjadi negara besar, kalau mampu menjaga dan mampu memanfaatkan potensi kelautan kita," terang Jokowi.

"Saya ingin kebijakan kelautan Indonesia harus mampu mengkonsolidasikan seluruh program-program pembangunan nasional. Saya tekankan di sini bahwa kebijakan kelautan ini nantinya menjadi acuan dan pedoman dalam pengelolaan potensi kelautan kita," tukasnya. (detik)