Aplikasi S-Obat Mahasiswa UGM Bantu Tulis Resep Dokter
JAKARTA - Tulisan dokter terkenal sulit untuk dibaca. Akibatnya, para apoteker kerap mengalami kesulitan dalam membaca resep dokter. Hal ini rentan menyebabkan kesalahan peresepan (prescription errors).
Untuk meminimalisasi berbagai kesalahan medis (medical error) tersebut, lima mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan suatu alat yang bernama S-Obat atau sahabat obat yang berfungsi untuk membuat resep obat.
"S-Obat merupakan alat penulisan resep obat yang dibuat pertama kali di Indonesia. Inovasi ini dirancang untuk mengurangi jumlah kesalahan pengobatan yang terjadi selama fase peresepan," ujar salah satu anggota tim, Ade Saputri disitat dari laman UGM, Senin (20/6/2016).
Ade dan teman-temannya, yakni Gita Mumtarin, Marsa Harisa, Fathin Naufal, dan Jonathan menciptakan alat ini untuk dokter layanan primer, terutama yang berada di daerah pelosok. Oleh karena itu, S-Obat menggunakan database Formularium Nasional yang cocok untuk sistem BPJS.
Ade menjelaskan, S-Obat terdiri atas dua komponen utama, yaitu aplikasi berbasis android dengan interface yang mudah digunakan dan printer. Aplikasi ini juga memungkinkan dokter memasukkan resep dan mengkses semua informasi yang diperlukan tentang dosis, kontraindikasi, dan lain sebagainya.
"Berbasis arduino, printer akan mencetak data dari aplikasi melalui koneksi bluetooth," terang Fathin.
Fathin menambahkan, hasil cetakan aplikasi ini adalah dalam format standar dan dilengkapi font yang jelas sehingga dapat dengan mudah dibaca oleh apoteker. Perangkat ini juga memiliki kemampuan untuk terhubung ke beberapa perangkat sekaligus. (okz)

