Iítikaf Malam Terakhir Ramadhan, Masjid Agung Sunda Kelapa Masih Dipenuhi Jamaah

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 5 Juli 2016 09:53 WIB dengan kategori Khazanah dan sudah 3.921 kali ditampilkan


Menurut Ketua Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) H M Aksa Mahmud, pada i’tikaf malam terakhira Ramadhan 1437 H masih banyak jamaah yang bertahan.

“Ruang ibadah utama penuh, ruang serba guna penuh, dan sebagian jamaah mengambil tempat di selasar. Kami perkirakan jumlah jamaah  i’tikaf malam terakhir Ramadhan 1437 ini mencapai sekitar 1.000 orang,” kata Aksa Mahmud yang ditemui seusai melaksanakan qiyamullail, Selasa (5/7) dini hari).

Qiyamullail itu dipimpin secara bergantian oleh dua orang imam asal Madinah, yakni Syekh Essam Al-Megjazi dan Syekh Abdul Aziz Al-Arifi. Sebelum qiyamullail, para jamaah mendengarkan ceramah i’tikaf yang disampaikan oleh KH Nur Alam Bakhtir MA.


“Hal ini menunjukkan bahwa para jamaah i’tikaf  Ramadhan MASK adalah orang-orang yang cinta ibadah dan datang ke masjid dengan penuh kesadaran untuk melakukan amal ibadah sebanyak-banyaknya,” tutur Aksa.

Para jamaah itu tidak hanya melaksanakan qiyamullail dan shalat fardhu Shubuh berjamaah, tapi juga melakukan tadarus Alquran dan mendengarkan kuliah Shubuh yang disampaikan oleh Dr H Muhammad Zakir Husain Lc MA, seorang doktor lulusan Al Azhar University.

Banyak di antara jamaah yang menyempatkan diri shalat syurq (menyambut terbitnya matahari). Setelah masuk Dhuha (pukul 06.25, para jamaah pun mulai melakukan shalat sunnah Dhuha).

Aksa menyempatkan untuk memperhatikan para jamaah yang masih terus bertahan hingga pagi hari. “Pada pukul 07 pagi ini, sebagian jamaah ada yang masih istirahat. Namun sebagian lagi sudah aktif kembali, melakukan shalat Dhuha dan tadarus Alquran,” papar Aksa Mahmud.

Wakil Bendahara MASK Sutrisno Muslimin  menyebutkan, selama Ramadhan 1437 H, Masjid Agung Sunda Kelapa menyediakan makanan untuk berbuka puasa maupun sahur. Pada malam pertama hingga malam kedua puluh, jumlah makanan untuk sahur tersebut sekitar 500 boks.
 
Mulai malam kedua puluh satu hingga malam akhir Ramadhan, MASK menggelar i’tikaf Ramadhan. Panitia meningkatkan jumlah konsumsi untuk  sekitar 2.000 boks per malam.

Khusus malam kedua puluh tujuh Ramadhan atau i’tikaf akbar, jumlahnya dilipatgandakan menjadi sekitar 6.000 boks.  “Untuk menyediakan makanan berbuka puasa dan makanan sahur tersebut, Masjid Agung Sunda Kelapa menerima sumbangan dari berbagai lembaga maupun perorangan. Bentuknya berupa uang ataupun makanan,” tutur Sutrisno Muslimin. (ROL)