Polri dan BNN Diminta Telusuri Pernyataan Almarhum Freddy Budiman

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 1 Agustus 2016 16:55 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 864 kali ditampilkan

Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar mengaku mendapat cerita peredaran narkoba dari Freddy Budiman sebelum dieksekusi mati. Cerita itu mengungkap keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba di balik jeruji besi.

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPD RI, Fadli Zon mengatakan Polri dan BNN harus klarifikasi penyataan Freddy Budiman itu. Kedua lembaga negara itu harus mau mengungkap oknum yang terlibat dan harus diadili di depan hukum.

"Saya kira harus bisa klarifikasi dari pihak Polri, pihak BNN. Oknun-oknum yang disebut atau tidak disebut tetapi yang diindikasikan terlibat harus segera diungkap dan diberikan sangsi yang tegas diadili di depan hukum," ujar Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Gedung Nusantra III, Senin (1/7/2016).

Dia mengatakan aparat harus menelusuri dan meneliti kebenaran pernyataan Freddy Budiman itu. Jika tidak, akan jadi spekulasi dan tanda tanya bagi masyarakat atas keterlibatan aparat dalam perdaran barang haram itu.

"Kalau kita tahu ini memang betul-betul terjadi sebelumya. Saya kira bisa menjadi satu temuan, meskipun yang bersangkutan sudah tidak ada, harus ditelusuri dan diteliti kebenarannya. Kalau tidak, ini menjadi tanda tanya besar di masyarakat bahwa ada oknum aparat yang terlibat peredaran narkoba bahkan bisa ikut menjadi bandar nakoba," lanjut Fadli Zon.

Menurutnya pengungkapan keterlibatan oknum itu harus ditelusuri lebih jauh, agar penyebaran narkoba itu tuntas dan tidak berpindah ke tangan yang lain.

Selain itu, Politisi Gerindra itu juga mempertanyakan pihak kejaksaan yang pilah-pilih terpidana untuk dieksekusi mati. Ia mengatakan kejaksaan harus memberi penjelasan kepada masyarakat terkait keputusan itu.

"Ya memang menurut saya pihak kejaksaan cukup aneh juga ya, melakukan pilihan-pilihan eksekusi ini ada apa? Ini kan menjadi tanda tanya di kalangan masyarakat. Ini ada latar belakang apa? Kenapa juga yang dipilih orang itu kenapa tidak yg lain? Ini kan seharusnya ada penjelasan. Kenapa ada yg di-hold ada yg tidak. Kan penjelasan ke publik ini yg penting, karna kalau tidak kan orang berspekulasi ada apa?" Imbuhnya. (DTK)