Golkar Kumpulkan Balon Walikota

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 10 Agustus 2016 02:54 WIB dengan kategori Pekanbaru dan sudah 930 kali ditampilkan

PEKANBARU - DPD Partai Golkar Pekanbaru kumpulkan sejumlah bakal calon (Balon) Walikota Pekanbaru tadi malam di Hotel Grand Central. Tujuan diundangnya para calon berkaitan dengan rencana partai berlambang pohon beringin melakukan survey kedua yang dilakukan dalam waktu dekat.

Sejumlah bakal calon walikota Pekanbaru yang hadir tersebut diantaranya, Destrayani Bibra, Jufri Jubir, Ramli Walid, Maryeni serta Dwi Agus Sumarno. Hadir pula Ketua DPD Golkar Pekanbaru Erizal Muluk serta jajaran partai. 

"Kita sudah kumpulkan semua bakal calon tadi malam. Masing-masing bakal calon sedikit kita beri arahan, termasuk kita sampaikan terkait rencana kita melakukan survey kedua," kata Ketua Bidang Organisasi DPD Golkar Riau Juniardianto Rachman, Selasa (9/8/16). 

Menurut Juni Rachman (sapaan akrabnya) survey kedua yang dilakukan Golkar nanti sebagai bentuk perbandingan dari hasil survey yang pertama yang telah dilakukan Golkar. Apakah hasil tersebut berbeda atau justru tetap semakin mengukuhkan hasil pertama. 

Ada pun untuk sistem survey kedu ini, masing-masing calon akan disurvey kemasyarakat secara perorangan. Kemudian ada juga dipaketkan berpasangan antara bakal calon walikota bersama bakal pendampingnya. 

"Ya inilah mau kita lihat seperti apa hasilnya. Jadi nanti bakal calon walikota kita pasangkan dengan calon pendampingnya, kemudian bagaimana juga jika dipasangkan dengan calon pendamping lain lagi. Hasil kedua ini tentunya akan menjadi barometer kita untuk menentukan siapa sosok yang layak kita jual," ujar Juni. 

Disisi lain, Juni juga menegaskan bahwa Nasirday bukanlah pengurus Golkar, apalagi memiiliki kewenangan menyampaikan hal-hal subtansi terkait dengan survey. Hal itu sekaligu menegaskan, klaim sepihak yang disampaikan bakal calon Golkar Jufri Jubir beberapa waktu lalu yang menyebutkan telah didukung Golkar setelah berkomunikasi dengan Nasirday, tidaklah benar dan tidak berkompeten.***(riauterkini/mok)