Tingginya Kasus Kekerasan Anak di Daerah LPA Sulsel Dorong Pembentukan LPA Bantaeng
BANTAENG - Kasus kekerasan anak terhadap anak di sulsel masih cukup tinggi, bahkan mengalami peningkatan. Kasus-kasus kekerasan ini terjadi dalam bentuk fisik dan psikisi hampir terjadi diseluruh wilayah di Sulsel.
Yang lebih memprihatinkan lagi sebagian besar pelaku kekerasan terhadap anak adalah orang-orang terdekat dengan korban sendiri. Mulai dari orang tua mereka sendiri ,teman bermain,guru dan orang yang berada dilingkungan korban.
"LPA mencatat jika kekerasan terhadap anak sangat banyak, dan ini perlu mendapat perhatian serius," ujar Ir. Fadiah Mahmud Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulsel dalam rilisnya Sabtu (13/08/2016).
Fadiah mengungkapkan salah satu bentuk kekerasan yang terjadi yakni adanya pencabulan terhadap 8 orang anak yang terjadi di Kabupaten Bantaeng. Pencabulan yang terjadi selama dua tahun tersebut ternyata dilakukan oleh guru korban sendiri.
"Fakta ini memiriskan bahwa kekerasan anak didaerah cukup besar, dan yang memprihatinkan masih kurangnya kesadaran orang tua korban terhadap ancaman bagi anak-anak mereka " papar Fadiah.
Karenanya Fadiah Mahmud saat melakukan pertemuan dengan pihak terkait di Bantaeng mengajak bunda PAUD yang diketuai Lies Nurdin Abdullah menyelamatkan anak,-anak di Bantaeng. dari kekerasan dan kejahatan seksual yang terjadi di daerah tersebut.
"Beliau sangat menaruh perhatian dengan anak, dan miris mendengarkn kasus ini,apalagi kejadiannya disekolah beliau mengharapkan adanya support dari pemerhati anak," ujar Fadiah pada pertemuan tersebut.
lanjut Fadiah pihaknya bersepakat dengan Ketua Bunda PAUD untuk mendorong terbentuknya LPA Bantaeng. Sehingga kekerasan anak di daerah Bantaeng dan sekitarnya bisa terpantau.

