Issu Kenaikan Harga Rokok Buat Warga Pasrah

Diterbitkan oleh pada Jumat, 19 Agustus 2016 16:41 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.189 kali ditampilkan


MAKASSAR, -- Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany,  bersama teman-temannya menemukan, bahwa  harga rokok memicu meningkatnya jumlah perokok.

Dari studi tersebut diketahui perokok aktif akan mulai berhenti merokok jika harga dinaikan menjadi dua kali lipat.

Dari pantauan terkininews.com kepada beberapa warga perokok menuai kontroversi yang menyatakan akan berhenti merokok jika harga tersebut terealisasi.

Salah seorang warga Kota Makassar Risma (28) mengaku, jika pemerintah betul akan menaikkan harga rokok Rp.50 ribu perbungkusnya, pastinya akan berusaha menghentikan kebiasaan merokoknya.

” ambil dimana uangnya untuk beli rokok, terpaksa saya berhenti merokok kalo memang jadi naik 50 ribu per bungkus,” papar dia kepada terkininews.com, Jumat (19/08/2016).

Hal senada juga di sampaikan Arman (35) thn yang juga akan berhenti merokok jika benar ada kenaikan harga rokok sesuai ketetapan pemerintah,” Saya juga pastinya berhenti merokok, terpaksa diganti dengan permen saja,” ujarnya.

"Bagi saya rokok dapat membangkitkan imajinasi dalam bekerja, selain itu dapat membuat saya lebih percaya diri" Ungkap Arman salah satu pekerja seni tulis.

Sebanyak 1000 orang telah di survei dan hasilnya 72% mengaku akan berhenti merokok jika harga rokok diatas angka Rp 50 ribu dari harga sebelumnya di bawah Rp. 20.000.

Isu kenaikan rokok Rp50 ribu perbungkus membuat sejumlah warga Kota Makassar bakal menghentikan kebiasaan merokoknya meski sangat dalam keadaan terpaksa.

Selama ini, rendahnya harga rokok dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia.

Hal tersebut membuat orang yang kurang mampu hingga anak-anak sekolah mudah membeli rokok.