Mahasiswa KKN Kebangsaan Sosialisasikan Jangan Tebang Mangrove di Kuala Sempang

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 26 Agustus 2016 16:46 WIB dengan kategori Suara Mahasiswa dan sudah 1.026 kali ditampilkan

BINTAN - 23 Agustus 2016, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2016 mengadakan Focus Groub Discucion (FGD) di Desa Kuala Sempang, Kabupaten. Bintan. Diskusi yang melibatkan masyarakat desa ini, dilaksanakan di Balai Desa Kuala Sempang yang dihadiri oleh kepala dusun, ketua RT/RW, pemangku adat, masyarakat dan mahasiswa KKN Kebangsaan Desa Kuala Sempang.

 Adapun tema yang diangakat dalam diskusi ini adalah “Pengembangan Ekowisata Mangrove Melalui Promosi Media Sosial dan Pembentukan Lembaga Pengelola Wisata di Desa Kuala Sempang” dalam diskusi ini menghadirkan pemateri Husni Mubarak selaku pemerhati Mangrove di Kabupaten Bintan dan Roni Kartika selaku Kasubag Humas dan Protokol Kabupaten Bintan. Dalam diskusi yang dihadiri lebih dari 30 warga Desa Kuala Sempang ini membahas mengenai isu kelestarian Mangrove di Desa Kuala Sempang, dan  prospek jangkah panjang dari penegembangan wisata berbasis masyarakat melalui pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi.

Forum Diskusi yang diadakan oleh mahasiswa KKN Kebangsaan di Desa Kuala Sempang disambut antusias oleh masyarakat Desa Kuala Sempang yang ingin tahu tentang apa manfaat dan permasalahan yang di hadapi hutan mangrove di Desa mereka. Hal dapat dilahat dari banyaknya peserta FGD yang memberikan pertanyaan, penjelasan maupun saran dan masukan buat pelestarian mangrove di Desa Kuala Sempang.

“untuk pelestarian mangrove, kami butuh peran pemerintah untuk lebih intensif melakukan sosialisasi pelestarian mangrove karena, masih banyak dari masyarakat Desa yang belum mengetahui apa fungsi dan hutan mangrove bagi kehidupan desa” tandas salah satu peserta FGD.

Potensi untuk mengembangkan wisata mangrove di Desa Kuala Sempang sangat potensial, namun untuk menjadikan Desa Kuala  Sempang sebagai poros wisata mangrove di Kabupaten Bintan perlu dukungan dari semua pihak baik itu aparatur desa dan masyarakat desa kuala sempang sendiri.. “ Akan terbukanya pemahaman masyarakat untuk melestarikan mangrove, dan masyarakat tahu cara memanfaatkan media sosial sebagai tempat untuk mempromosikan potensi wisata  MAgrove di desa mereka secara murah meriah dan gratis merupakan harapan dari pelaksanaan program FGD ini” kata Firman Pranoto selaku delegasi dari Universitas Negeri Makassar.