Elektabilitas Golkar Merangkak Naik

Diterbitkan oleh Redaksi pada Ahad, 28 Agustus 2016 15:39 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 709 kali ditampilkan

Elektabilitas Partai Golkar diklaim semakin merangkak naik dan kini sudah di posisi 16 persen. Demikian dikatakan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto dalam rilis, Minggu (28/8).

Bahkan menurut dia dalam kondisi seperti itu membuat banyak kepala daerah yang mau maju lagi dalam Pilkada berbondong-bondong merapat ke partai.

"Sebelum saya terpilih jadi ketua umum, elektabilitas Partai Golkar cukup terpuruk, sekarang dengan adanya kekuatan bersama, banyak bupati berbondong-bondong ingin diusung Golkar," kata Novanto.

Naiknya elektabilitas Partai Golkar diklaimnya  tidak lepas dari kerja keras dalam menyatukan berbagai pihak yang terpecah di internal partai beringin dan program politik yang dicanangkan dia.

Masih kata Setnov, ada dua program politik Partai Golkar yang ternyata mendapat apresiasi publik yang luas yakni mendukung sepenuhnya pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Satu lagi program mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang.

Dengan elektabilitas Partai Golkar sudah 16 persen, kata Novanto, itu artinya kepercayaam masyarakat kepada beringin sudah kembali.

"Kita mendukung Pemerintahan Jokowi karena visi nawacita itu senafas dan sejalan dengan visi 2045 Partai Golkar. Elektibilitas Pak Jokowi sudah 78 persen dan kiprahnya sangat dirasakan rakyat. Gebrakan-gebrakannya luar biasa dan kami akan mendukung Presiden  Jokowi agar terpilih kembali," katanya.

Mantan ketua DPR RI itu pada Selasa (23/8), melakukan kunjungan kerja ke Jambi. Salah satu agendanya adalah meninjau perkebunan karet di Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.

Pria yang akrab disapa Setnov tersebut mengaku sangat prihatin dengan kondisi harga karet di Jambi. Dulu, kata Setnov, harga 1 kilogram karet setara dengan 3 kilogram beras. Namun saat ini malah sebaliknya, 3 kilogram karet baru dapat 1 kilogram beras.

"Dulu bisa sekilo karet dapat tiga kilo beras, sekarang malah sebaliknya 3 kilo karet 1 kilo beras. Harga sekarang sudah menurun," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Setnov mengatakan partainya akan membina para petani-petani karet.[RMOL/wid]