Asuransi Astra Segmen kesehatan Alami Peningkatan

Jumat, 14 Oktober 2016 21:49 WIB
422x ditampilkan Bisnis Headline Makassar

MAKASSAR, -- Tantangan hingga Agustus 2016 ini berasal dari stagnasi di pasar kendaraan bermotor dan melemahnya pasar alat berat yang memengaruhi performa keuangan segmen bisnis retail asuransi kendaraan bermotor dan segmen asuransi komersial.

Kendati demikian, adanya peningkatan yang cukup besar pada segmen asuransi kesehatan diharapkan mampu menjaga stabilitas performa bisnis secara keseluruhan hingga akhir tahun.

Hingga bulan Agustus tahun ini, Asuransi Astra mencatatkan total premi bruto (GWP) konvensional dan syariah sebesar Rp2.9 triliun. Ungkap Suwasis Pramundito Regional Manager Jatim Intim.

Lanjut Suwasis Pramundito Regional Manager Jatim Intim, ini mengatakan memang mengalami perlambatan pertumbuhan premi bruto sebesar 4% dibandingkan periode yang sama di tahun 2015. Papar dia jum'at (14/10/2016) pada terkininews.com

Perlambatan ini disebabkan karena adanya stagnasi pada segmen asuransi kendaraan bermotor dan penurunan pada segmen asuransi komersial akibat lemahnya pasar alat berat di mana pertambangan memiliki porotfolio yang cukup besar pada segmen asuransi komersial.

Sementara itu. segmen asuransi kesehatan mengalami
peningkatan pertumbuhan yang cukup besar, sehingga perlambatan pertumbuhan di kedua segmen ini tidak memengaruhi keseluruhan pertumbuhan bisnis secara signifikan. Tukas Suwasis.

Hingga Agustus 2016 ini, Asuransi Astra juga mencatat total klaim sebesar Rp1.4 triliun dengan
kontribusi klaim terbesar berasal dari asuransi mobil Garda Oto sebesar 48% dari keseluruhan klaim.

Bisnis asuransi adalah prinsip bilangan besar dengan spreading of risk Secara statistik penyebaran risiko, homogenitas, maupun ukuran Asuransi Astra sudah stabil.

Strategi back up reasuransi luga sudah dijalankan agar risiko yang ditanggung perusahaan dapat terukur bahkan apabila teriadi bencana alam sekalipun. Sambung dia

Di sisi lain, adanya digitalisasi layanan sebagaimana diterapkan sebagai strategi perusahaan poda
tahun ini, yaitu going mobile telah diterapkan tidak hanya untuk produk retail asuransi mobil Garda
Oto, tapi juga untuk produk asuransi yang sifatnya b2b yaitu asuransi kesehatan Garda Medika dan asuransi komersial.

Asuransi Astra percaya, digitalisasi layanan mampu memudahkan proses bisnis baik dari segi internal maupun dari segi pelanggan.

Proses bisnis yang lebih mudah ini tentunya membuat layanan dapat diberikan secara lebih baik dan cepat, sehingga pelanggan dapat lebih hemat waktu dan tenaga serta benar-benar dapat merasakan peace of mind sesuai dengan visi Asuransi Astra selama ini.

Mengingat portofolio yang didominasi oleh asuransi kendaraan bermotor, kinerla Asuransi Astra sangat bergantung pada dinamika industri otomotif nasional.

Melihat bahwa kondisi industri otomotif masih menghadapi banyak tantangan di tahun 2016, maka tentunya akan selalan dengan pertumbuhan premi bruto Asuransi Astra. Ungkap Suwasis Pramundito Regional Manager Jatim Intim

Meskipun demikian, dengan adanya strategi 3P (People, Portfolio, Process) yang Wat dan keriasama tim yang solid dari seluruh segmen bisnis, Asuransi Asirc optimistis mampu mempertahankan performa dan meniadi the most admired insurance company di Indonesia.(*)