Diparekraf Gelar Dialog Pengawasan Pengendalian Sertfikasi Sektor Pariwisata

Diterbitkan oleh Admin pada Kamis, 27 Oktober 2016 19:56 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 963 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kota Makassar sosialisasikan sistem Biasamata untuk mengevaluasi dan memonitoring laporan data sumber daya manusia dibidang pariwisata  melalaui sistem dan dibuka secara online.

Kepala bidang (Kabid SDM) sumber daya manusia Disparekraf Amri mengatakan bahwa kegiatan ini adalah sebagai salah satu upaya pencepatan dalam rangka mendata standar kompetensi pariwisata sesuai yang diatur dalam undang undang No10 Tahun 2009  tentang kepariwisataan serta Peraturan Pemerintah (PP) No.52 Tahun 2012 tentang penerapan standar kompetensi usaha bidang pariwisata, unkap dia 

Selain sertifikasi kompetensi,program Biasamata ini kata Amri, untuk memberi perkembangan bagi seluruh tenaga kerja yang bekerja di industri pariwisata sebab sejauh ini Disparekraf menilai peran industri pariwisata masih kurang. Paparnya saat kegiatan di hotel Aton kamis (27/10/2016).terkininews.com

"Program Biasamata ini merupakan salah satu instrumen dam rangka mengontrol dan mengawasi kondisi ketenaga kerjaan yang dibuka secara online dan wajib diisi oleh seluruh usaha Pariwisata sesuai Perwali No.55 Tahun 2016," tegasnya

Dia menambahkan, program Biasamata ini juga bertujuan untuk dapat memberi gambaran dalam melakukan laporan ketenaga kerjaan sehingga kedepan tidak menjadi kendala antara perusahaan dan tenaga kerja itu sendiri, dmana"Sistem ini akan meng-cover semua informasi tentang SDM dari sebuah usaha pariwisata," ujarnya 

Sementara itu Asisten III Bidang Keuangan,
Takdir Hasan Saleh mengungkapkan, sistem Biasamata ini sebagai wujud pelindungan kepada para pekerja yang mengabdi di bidang kepariwisataan dan menurutnya sistem inilah yang nantinya memonitoring jumlah dan kompetensi pekerja parawisata.

“Saya rasa sistem ini sangat bagus, karena dimana unsur yang bergerak di bidang kepariwisataan bisa di monitoring sebagai data base optimal antara Dinas Pariwisata dan pelaku usahanya,” tutup dia (*)