Warga Terlantar di Angkut Randis, Dampak Aksi Unjuk Rasa Organda
MAKASSAR, -- Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh organda disejumlah ruas jalan telah di persiapkan dan menempatkan pengamanan aksi unjuk rasa antara lain, perlimaan bandara Hasanuddin, Kantor Gubernur Sulsel, fly over, kantor DPRD Prov Sulsel, kantor DPRD kota Makassar, kantor Dispenda Jl Ap. Pettarani Makassar, kantor Walikota Makassar.
Aksi tersebut menolak, pete-pete smart, menolak taksi on line, menolak bus way BLT, menolak pembangunan halte bus, menolak angkutan umum on line, menolak kenaikan masalah pajak STNK, menolak angkutan umum liar.
Aksi mogok tersebut ditenggarai dapat melumpuhkan arus lalu lintas dan aktifitas masyarakat pengguna angkot, utamanya di kota Makassar, serta perlunya dilakukan antisipasi terhdap para sopir yang melakukan unras akan menurunkan penumpang secara paksa, penganiayan terhadap sopir angkot yang tidak ikut aksi sehingga pengamana akan melibatka unsur Tni, Polri, Au, dan Al.
Sejumlah kendaraa dinas pun telah disiagakan berupa, 2 unit Busi Truk (TNI AD) ditempatkan di Fly Over Makassar,
2 unit Busi Truk (AD) ditempatkan di Jl. Cendrawasih Makassar,
2 unit Busi Truk (TNI AU) ditempathan di Perlimaan Bandara Sultan Hasanuddin,
2 unit Bus/ Truk (Tül AO) ditempatkan di Pasar Daya,
2 unit Busi Truk (TM AL)
Alhasil antisipasi unjuk rasa dari para sopir angkutan umum yang melakukan aksi unras dengan menurunkan penumpang dari mobil pete-pete di jalan Sultan Alauddin (Terminal Mallengkeri Makassar), dapat di akomodasi
Peserta aksi yang menahan sopir angkutan umum dan menurunkan penumpang dari mobil pete-pete yang menyebabkan banyak penumpang yang terlantar dan akhirnya, sejumlah warga diangkut menggunakan mobil polisi dampak dari aksi unjuk rasa transportasi.
Kapolsek Tamalate Kompol Amrin AT, SH, MH bersama personil yang melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa mengambil inisiatif dengan memberikan akomodasi tumpangan kepada penumpang yang diturunkan dari mobil angkutan umum dengan menggunakan mobil dinas polisi.(/*)

