Kepala DPU DT Kepri Tak Kuasa Membendung Tangis, Ini Penyebabnya

Diterbitkan oleh Saiful pada Kamis, 16 Februari 2017 13:16 WIB dengan kategori Batam Dpu Dt Batam Headline dan sudah 1.313 kali ditampilkan

BATAM - Pada puncak kegiatan Peduli Disabilitas Meet & Greet bersama Peggy Melaty Sukma di Khazanah Plaza, ada peristiwa yang membuat suasana acara canggung sejenak.
Peristiwa tersebut terjadi saat kepala DPU DT Kepri, Nur Aisyah memberikan sambutan. Beliau yang senantiasa lancar dan tanpa canggung saat menyampaikan sambutannya justru menunjukkan sikap yang berbeda. Ia tak mampu menahan tangisnya dan menyampaikan sambutan seadanya dengan suara parau. Suasana acara yang dihadiri artis juga inspirator nasional itu berubah canggung. Rupanya inilah penyebabnya.
Sebelum gilirannya menyampaikan sambutan, Nur Aisyah dan segenap yang hadir rupanya sudah lebih dulu disajikan pembacaan ayat suci Al-quran beserta saritilawah. Semestinya pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah adalah hal yang biasa dalam setiap acara terutama yang bertemakan Islam. Namun pada kegiatan peduli disabilitas kali ini ada yang istimewa. Sultan An-nuha (12) dan azizah (12) yang masing-masing ditugaskan menjadi pembaca ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah merupakan dua anak tuna netra. Kendati demikian, keduanya sukses membuat suasana hikmat sekaligus haru biru.
“Aduh, maafkan saya” kata Nur Aisyah saat sambutannya berkali-kali terendat oleh isak tangisnya yang tertahan hingga nada bicaranyapun parau. Panitia acara bahkan mengantarkan tisyu kepada Nur Aisyah dan ia menyeka air matanya beberapa kali ditengah sambutan yang hanya mampu ia sampaikan 3 menit tersebut.
Tidak hanya Nur Aisyah, Neneng yang merupakan perwakilan khazanah juga mempertontonkan tingkah yang sama “maafkan saya, sepertinya tidak banyak yang bisa saya sampaikan” kata Neneng dengan suara yang juga parau. Ia bahkan lupa mengucapkan salam saat mengakhiri sambutannya.
Dilain sesi, Aisyah saat di tanyai perihal sambutannya menuturkan “ini teguran untuk kita. Yang diberi kesempurnaan (mata-red) tapi masih suka lalai pada AL-Qur’an. Dan hanya menyentuhnya (Al-qur’an-red) di sisa-sisa waktu kita saja” ujar Nur Aisyah. Oleh peristiwa sambutan ini, mungkin tidak ada yang menyangka bahwa Nur Aisyah adalah Kepala Cabang yang cukup populer reputasinya di lingkungan Daarut Tauhiid. Pasal aksi beraninya menghadapi preman yang beberapa waktu lalu mengganggu lahan tempat pembangunan Pesantren Daarut Tauhiid Batam.