Hari Disiplin Nasional BPPPA Penjalanan Kontrol di Kec. Panakkukang

Diterbitkan oleh Adhie pada Jumat, 17 Februari 2017 11:15 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 844 kali ditampilkan

MAKASSAR, -– Kunjungan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) kota Makassar dikantor camat panakkukang disambut hangat oleh Muh. Thahir Rasyid, S.IP dan staf kecamatan.

Kunjungan kepala BPPPA tersebut sebagi pembina pada upacara hari disiplin nasional yang mendapat penjalanan kontrol dalam pelayanan publik serta kesungguhan dalam memerangi pungli.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) kota Makassar memberi apresiasi mendalan atas perubahan perubahan yang lakukan kecamatan panakukang, dan menurutnya cepat sekali. Papar dia Jum’at (17/02/2017)

Andi Tenri A Palallo, S.Sos. M.Si juga menyampaikan beberapa informasi seputar kasus-kasus yang dialami Perempuan dan Anak seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Sepanjang 2016 lalu saja, sebanyak 140 kasus kekerasan perempuan dan anak yang telah ditangani” Kata Kepala BPPA Kota Makassar.

Tak hanya terkait Perempuan dan Anak, Andi Tenri juga bertukar informasi terkait pelayanan prima dan inovasi-inovasi yang telah dicanangkan oleh Thahir selama bertugas di Kecamatan Panakkukang.

Andi Tenri A Palallo, S.Sos. M.Si juga sangat mengapresiasi kinerja camat Muh. Thahir Rasyid selama menjabat di Panakkukang karena inovasi-inovasi dan administrasi di Kantor Kecamatan Panakkukang sudah baik.

Smart Antrian juga dipromosikan oleh Muh. Thahir Rasyid kepada Kepala BPPPA kota Makassar tersebut. “Teknologi sudah semakin maju, Makassar sudah dua kali tambah baik, Masa Kecamatan masih begitu-begitu saja” tuturnya sambil tersenyum.

Camat panakkukang juga menegaskan salah satu Sticker layanan publik bertuliskan layanan ini gratis salah satunya. “Stiker yang bertuliskan layanan ini Gratis akan ditempelkan di setiap berkas warga sehingga masyarakat mengetahui bahwa tidak ada pungutan liar di Kecamatan Panakkukang,” kata Deng Ngalli sapaan akrabnya.

“Sekalipun ada oknum yang mencoba membuka stiker tersebut, maka berkas tersebut akan rusak. Dan jika rusak, berarati ada yang niat mau pungli,” tambahnya (*)