Malang Nasib Afni, Barang Berharga Raib Suami Jalani Sidang Etik
Makassar, -- Kompol Nyoman Kepala SPKT Polrestabes Makassar. Dalam waktu dekat ini akan menjalani sidang etik karena dugaan pengancaman terhadap seorang remaja yang telah dia pelihara.
Afni menceritakan awalnya kejadian pelaporan pencurian yang diduga kuat telah dilakukan oleh anak angkat yang dia pelihara dan sekolahkan berinisial (WF).
"Kami yang korban justru kembali terperosok, saat suami saya dilaporkan oleh oknum LSM dengan tudingan pengancaman terhadap anak dibawah umur," ujar Afni Sriwedari istri Kompol Nyoman Minggu (5/3/2017).
Beberapa saksi orang dalam rumah sering mendapatkan (WF) masuk ke dalam kamar pribadi dan membuka lemari disaat ibu angkatnya tak ada dirumah.
"Anak saya memberitahu kalau (WF) sering masuk ke kamar saya dan membuka lemari, kata Afni ibu angkat (WF) dan saat ditanya oleh anak saya kenapa buka lemari, ia WF menjawab mau merapikan baju saya dan itu sering dilakukan WF," terang Afni.
Kecurigaan Afni pun semakin menjadi saat ia pulang dari Jakarta dan tak pernah lagi menemukan anak angkat dirumah. Menurut orang rumah WF kembali ke orang tuanya di Jalan Baji Gio Makassar tak jauh dari rumah Afni.
"Saya lalu mencoba menelepon bapak kandungnya, Mansyur. Dan tiba-tiba mansyur berkata kalau anaknya, Wahyu pulang karena disana banyak barang hilang, "jelas Afni.
Perkataan Mansyur itu pun semakin mencurigakan, Afni lalu mengecek isi lemari alhasil menemukan barang berharga miliknya berupa emas 300 gram serta beberapa pakaian Ika ponakannya raib.
Saya lalu memanggil WF dan memang mengancam akan melaporkan ke polisi jika ia tak mengaku telah mencuri emas dan beberapa barang berharga lainnya.
WF pun tak mau mengakui perbuatannya, dan saya akhirnya melapor resmi ke Polrestabes Makassar pada bulan April 2014 silam. Ungkap Afni.
Anggota resmob Polrestabes Makassar pun melakukan olah TKP sekaligus mengambil keterangan beberapa saksi orang dalam rumah sebagai tindak lanjut pelaporan.
"Selang beberapa hari penyelidikan datang anggota Resmob bernama Kemal, ke rumah memberitahu perkembangan dan menjelaskan jika WF telah mengamankan dan bukti sudah mengarah. Namun hingga saat ini tak ada lagi kejelasan serta perkembangan kasus pencurian tersebut, "ucap Afni.
Lama tak ada kabar malah tiba-tiba suami saya Kompol Nyoman dilaporkan balik oleh oknum LSM yang mendampingi WF atas dugaan pengancaman terhadap dia.
"Dalam dekat ini suami saya akan digiring ke persidangan kode etik. Sungguh kemana keadilan itu, "kata Afni.
Lanjut ia ceritakan sejak peristiwa pencurian di alaminya, dirinya juga sempat berpapasan dengan WF berbelanja mewah disebuah Mall di Makassar bersama rekan-rekannya dan telah memiliki motor beat baru berwarna merah.
"Saya adopsi WF untuk meringankan beban orang tuanya yang tak punya kerjaan, serta elama 6 bulan saya nafkahi hingga biaya sekolahnya tapi kenyataannya pahit yang harus saya rasakan, "ungkap Afni.
Tak hanya itu, Afni juga mengaku selama ini telah memberi pekerjaan tante WF dan tinggal dirumahnya untuk meringankan beban pekerjaan rumah. "Saya jarang berada dirumah karena harus berangkat ke Jakarta atau Papua mengurus pekerjaan".
Saya hanya berharap bapak Kapolda dapat melihat kinerja bawahannya di Polrestabes yang sungguh tidak profesional. Kasus pencurian yang saya laporkan sama sekali tak ada tindaklanjut malah suami saya yang harus jadi korban,"sungguh saya dizalimi begini. Biarlah Tuhan yang membalasnya" tandas Afni dengan wajah sedih. (*)

