Ini Klarifikasi Hariani Soal Laporan LMPI Sul-Sel ke Walikota Makassar

Diterbitkan oleh Adhie pada Selasa, 7 Maret 2017 19:40 WIB dengan kategori Headline Makassar Pendidikan dan sudah 1.172 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- markas daerah Laskar Merah Putih Indonesia provinsi Sulawesi Selatan melaporkan Hariani kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) pendidikan kecamatan tallo dan Hj. Andi Tuang ketua Dharma Wanita Persatuan dan Majelis Taklim UPTD Pendidikan Kecamatan Tallo, kepada Walikota Makassar.

Laporan kepada Walikota Makassar tersebut sebagai tindak lanjut dari pengaduan yang masuk ke markas daerah LMP Indonesia provinsi Sulawesi Selatan terkait adanya laporan dugaan pemotongan gaji guru di UPTD Pendidikan kecamatan Tallo sebesar Rp.105.000/orang. Ungkap Andi Nur Alim Ketua LMPI Sulsel.

Lanjut dengan perincian jumlah 243 guru, dan alasan untuk kegiatan arisan Dharma Wanita 40.000, arisan majelis taklim 40.000, iuran majelis taklim 5.000, dana sosial Dharma wanita 4.000, dana kegiatan 4.000, komsumsi 5.000, hadiah akhir priode arisan 1.500 dan door prize 500 dari 243 guru yang di potong gajinya mencapai Rp.27.000.000. Papar pria yang akrab di sapa Om Bongkar. Selasa (07/03/2017).

Andi Nur Alim, menilai kegiatan dan potongan gaji tersebut terkesan terburu-buru karena mengabaikan sosialisasi kepada guru terlebih dahulu sehingga banyak guru kaget gajinya terpotong melalui bendahara gaji.

Hal tersebut yang memicu adanya laporan ke LMPI Sulawesi Selatan, "seharusnya sosialisasi dulu karena pemotongan tersebut tidak etis", tegas Om' Bongkar 

Andi Nur Alim, berharap kepada Walikota Makassar agar dapat menegur dan memproses terlapor sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai hukum yang berlaku, agar sekiranya juga hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi UPTD pendidikan lainnya di makassar untuk tidak melakukan kegiatan yang bersifat tertutup kepada guru tenaga pendidiknya.

Namun saat dikonfirmasi ke pihak kepala UPTD Pendidikan Tallo Hariani kepada terkininews.com, ia membenarkan hal itu dengan rincian bahwa arisan Darmawanita Rp. 40.000 dan Majelis Taklim Rp.40.000, bila di akumulasi maka setiap orang kumlah arisannya Rp. 80.000 x 10 Bulan berjalan. Sisanya jelas dengan rincian, gaji di potong juga atas kesepakatan seluruh kepala sekolah dan telah di sosialisakan keguru masing masing.

Memang ada yang keberatan melalui akun soaial media FB dan telah di sampaikan kepada kepala sekolah yang bersangkutan bahkan di beritahukan bahwa untuk arisan tidak ada paksaan bila ada yang tudak bisa ikuti dengan alasan tertentu. Sambungnya

Namun karena tidak adanya komplain maka di anggap telah setuju. Dia juga memjelaskan bahwa mengapa di potong lewat bendahara.? karena memgingat pengalaman lalu masih ada tunggakan arisan guru yang telah terima arisan dan tak membayar lagi. Tandasnya.

"Untuk itu kepala sekolah berinisiatip agar dana tersebut langsung di potong, dan menjadi motifasi ke anggota untuk datang pada setiap kegitan di laksanakan" kata dia. Terkininews.com

Saat ini para guru sudah paham perihal ini, Hariani juga telah membicarakan pada pengurus Darmawanita dan majelis taklim agar dana yang telah di kumpul tersebut di kembalikan ke pada yang bersangkutan langsung tidak boleh di wakili. Tutur Hariani. (*)