Diduga Pelaku Tabrak Lari, Arif di Isolasi Bagai Teroris

Diterbitkan oleh Adhie pada Rabu, 22 Maret 2017 19:28 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 796 kali ditampilkan

TAKALAR, -- Pihak keluarga Arif Ilham Daeng Sila yang dituding sebagai pelaku tabrak lari yang berujung menewaskan Kanit Res Polsek Galesong Utara, Ipda Syarifuddin menyayangkan sikap arogan Kapolres Takalar beserta jajarannya yang kompak mengisolasi terduga pelaku hingga tak bisa ditemui pihak keluarganya.

"Inilah arogannya Kapolres dan jajarannya, masa keluarga saja dilarang menemui padahal yang bersangkutan belum jelas statusnya karena sampai pukul 02.00 dini hari dia belum diperiksa atau di BAP tapi sudah ditahan dan langsung diisolasi kayak tahanan teroris ,"kata Farid Mamma, Penasehat Hukum terduga pelaku Arief via telepon, Rabu (22/03/2017).

Ia mengatakan penangkapan terhadap Arief jelas baru faktor dugaan langsung dijebloskan ke penjara dan ironisnya langsung diisolasi kayak pelaku terorisme. 

"Ini kok penegak hukum kita arogan sekali. Sikap demikian jelas jadi ancaman bagi masyarakat sipil apalagi warga miskin ,"ujar Direktur Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulsel tersebut.

Ia menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum lebih lanjut terkait dengan sikap arogan Kapolres Takalar dan jajarannya yang telah sewenang-wenang melakukan intimidasi tersebut.

"Kami akan lapor ke Propam Polda Sulsel dan menyurat tembusannnya ke Mabes Polri serta Komnad HAM ,"tegas Farid.

Ia kecewa sikap Kapolres Takalar dan jajarannya yang melakukan penahanan terhadap Arief sementara statusnya belum jelas apakah betul dia yang melakukan penabrakan yang dinaksud sehingga menewaskan Ipda Syarifuddin. Arief kata Farid ditangkap karena hanya dugaan sebagai pemilik mobil yang ditemukan bodi depan mobilnya penyet.

"Jadi arief ditangkap karena diduga bodi bagian depan mobilnya penyet dan dipastikan mobil tersebut sudah menabrak. Jadi hanya karena dasar itu bukan karena proses penyelidikan. Inilah hebatnya Kapolres Takalar yang hanya menggunakan feeling bukan berdasarkan penyelidikan langsung main tangkap tangkap seenaknya ,"ungkap Farid.

Sebelumnya, Kapolres Takalar AKBP Iskandar, bersama anggota Resmob Polsek galsel dan galut neninjau lokasi di temukannya terduga mobil yang menabrak Kanit Res Polsek Galit Alm. Ipda Saifuddin, (21/03) Pukul 12.50 wita.

Kejadian dugaan tabrak lari itu menyebabkan tewasnya Ipda Syarifuddin. Sehingga anggota resmob gabungan mengaku menemukan mobil yang mengalami kerusakan pada bagian depan mirip mobil yang usai bertabrakan tepatnya di dusun terang-terang desa popo Kec. Galsel Kab.Takalar. Mobil jenis ekspas yang di temukan tersebut diketahui milik arif Ilham Dg sila Bin Laja (37) 

Gabungan resmob kemudian langsung membawa Arief berdasarkan dugaan pada Serpihan Kaca dan lotongan lempengan besi kap Mobil yang di temukan di lokasi Kejadian. (/*)

Lampiran