Sidak Gabungan Ketahanan Pangan, Temukan Pelanggaran Supermarket Glael
MAKASSAR, -- Gelar Inspeksi mendadak (Sidak) yang di awali dipasar sentral Makassar, yang terdiri dari Dinas ketahanan pangan, dinas perikanan dan peternakan, BPOM, serta dinas kesehatan, juga menyambangi Pasar modern Glael.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sri Sulsilawati, di Supermarket Galel pada sidak tersebut mengatakan telah menemukan beberapa buah yang sudah tidak layak konsumsi, bahkan telah expaired yang ditemukan terselip dalam kemasan parsel.
Pada sidak tersebut itu pula Sri serta tim telah menemukan kondisi sebuah gudang penyimpanan buah yang begitu bau, yang diantaranya juga di temukan buah impor yang sudah berjamur namun masih tetap dibiarkan sepenampungan dengan buah segar.
"Katanya itu buah yang sudah di sortir, tetapi kok masih dibiarkan disitu #red dalam gudang ruang pendingin, harusnya saat ditemukan sudah tidak layak, langsung dimusnahkan." Ujar Sri, saat usai Sidak di gudang ruang pendingin pasar modern Glael, Senin, (15/05/2017), terkininews.com.
Lanjut kata dia jika dibiarkan buah rusak bercampur dengan buah segar, itu akan berpengaruh pada kualitas buah lain yang ada.
"itu berpengaruh, buah yang segar bisa terkontaminasi." pungkas Sri.
Sementara itu tim dari dinas perikanan dan peternakan juga menemukan udang yang terindikasi mengandung bahan berbahaya.
"Untuk udang setelah kita cek tadi, hasilnya terindikasi mengandung bahan formalin, untuk itu akan diperiksa lebih lanjut." Tandas Takdir petugas pengawasan dan pengendalian perikanan kota Makassar.
Oleh karena itu Takdir menghimbau agar pihak Glael kembali memeriksa dengan teliti pihak suplayer yang memasukkan udangnya ke market Glael.
Diketahui, selain udang yang terindikasi mengandung bahan berbahaya, DP2 juga temukan ikan yang dijual tak lagi segar terutama ikan baronang dan bandeng. (*)

