Direktur IPI Nilai Ada Dinamika dan Aroma Pilpres Warnai Pilgub
MAKASSAR, -- kemenangan jagoan bakal calon presiden Prabowo Subianto dipilgub DKI yaitu Prof Anis Baswedan - Sandiago S. Uno yang membuat Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut terbuka kans bersaing dengan Jokowi di Pilpres 2019 nanti. Lalu sejauh mana peluang Prabowo di pilpres nanti, jika berhadapan dengan petahana Jokowi ??
Pengamat Politik dari PT Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai, Jika Prabowo ingin menghadapi Jokowi di pilpres 2019, maka Prabowo harus menangkan Pilgub Sulsel dan Jawa Barat, bahkan juga Jawa timur yang Pilgubnya serentak di 2018.
Untuk Itu Prabowo sebaiknya menjaga koalisi Gerindra, PKS, PAN di Pilgub Sulsel, Jabar, dan Jatim. Selain itu koalisi tersebut cepat bergerak mencari figur potensial yang kans menangnya paling besar.
Menurut Suwadi, selasa (23/5/2017), terkininews.com, bahwa di Sulsel figur bakal calon Gubernur paling berpotensi menang adalah Prof Nurdin Abdullah.
"Sedangkan di pilgub jawa barat sosok walikota bandung Ridwan Kamil paling besar kansnya menang" pungkas Suwadi
Di pilgub Jawa Timur, Walikota Surabaya yang sangat bagus Popularitas, aksetabilitas dan elektabilitasnya, masuk kategori figur calon Gubernur kuat, dan hanya mampu di lawan wakil gubernur saat ini Syaifullah Yusuf. Untuk itu wagub Jatim masuk kategori yang bisa menjadi lawan Walikota Surabaya Tri Risma Hairini.
Terkhusus di Pilgub Sulsel, sosok Prof Nurdin Abdullah dan Jendral (Purn) A. Tanribali Lamo saat ini paling tinggi dukungan Electoral nya, karna mereka memiliki citra politik bagus, dan memiliki prestasi politik yang cemerlan
Menurut Suwadi pula Prabowo sebaiknya bergerak cepat mengusung pasangan Akademisi-pangusaha dan Militer-Birokrat tersebut, sebab dalam pantauan direktur eksekutif IPI Suardi Idris Amir, mengatakan kedua figur potensial tersebut juga masuk Radar Jokowi, yang artinya Parpol yang searah jokowi, seperti PDIP, PPP, NASDEM, juga berpotensi duluan mengusung Prof Nurdin Abdullah - Tanribali Lamo yang oleh semua lembaga survei paling tertinggi dukungan electoralnya. tutur Suwadi, terkininews.com. (*)

