Arsitektur Gaya Eropa Mall Batangase Jadi Kritikan Elemen Masyarakat Maros
MAROS, -- Perda syariah adalah hal yang harus jadi perhatian oleh para investor, jangan mentang-mentang mereka memiliki modal lantas seenaknya saja membangun dengan tidak mengikuti perda yang menjadi semangat masyarakat Maros itu.
Pembangunan gedung dengan menonjolkan agama tertentu seharusnya tidak akan menjadi masalah selama itu diperuntukan untuk rumah ibadah dan bukan untuk umum atau publik.
Sebuah bangunan megah dengan arsitektur gaya eropa yang baru saja berdiri di kab. Maros yaitu Grand Mall Batangase Maros menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat yang bukan hanya ormas dan okp berbasis agama namun juga pemerhati budaya, serta lingkungan.
Kehadiran Mall megah tersebut dicurigai melakukan kecurangan atau mengelabui pemerintah, yang tentunya bukan hanya izin tetapi juga arsitektur yang tadinya tidak menonjolkan agama tertentu. Bahkan menyinggun umat mayoritas.
Mall sama saja dengan pasar bedanya dengan konsep modern tetapi tetap saja Mall itu adalah pasar yang diperuntukan untuk umum sehingga jika pasar menonjolkan simbol agama tertentu apa lagi bukan simbol agama yang dianut mayoritas masyarakat setempat jelas itu merupakan bentuk penistaan terhadap mayoritas
Hal tersebut dapat terlihat dari MUI Maros yang mengeluarkan sikap keras terhadap, patung-patung yang setengah telanjang dan tidak sesuai dengan norma adat istiadat masyarakat Maros tetapi juga merupakan berhala-berhala yang disembah yunani.
Pemerintah Maros harus segera mengambil sikap yang tegas terhadap investor yang secara sengaja melanggar Perda di daerah itu, apa lagi pelanggarannya sudah sampai menyinggung nilai-nilai kearifan local.
Solusinya sangat jelas, Grand Mall Batangase Maros harus merobohkan berhala-berhala itu dan menghapuskan simbol-simbol agama tertentu dari areanya jika masih tetap ingin beroperasi,
Pembangunan Mall tersebut juga harus segera melengkapi izin-izinya, dimana keberadaan Mall tersebut harus mendukung juga pemasaran produk-produk UKM, industri-indusri kreatif daerah dan hasil-hasil alam Maros baik pertanian,
Perekrutan tenaga kerja yang memprioritaskan warga Maros agar perputaran ekonominya berdampak langsung kepada masyarakat Maros. (*/)

