Ada Apa SMA PGRI Sape Bima Tak Pernah Dilirik Pemerintah
BIMA, -- Melirik kondisi bangunan sebuah sekolah sebagai sarana belajar mengajar (KBM) di desa naru kec sape kab Bima, sama sekali tanpa perhatian dan dukungan dari pemerintah.
Tak seperti sekolah lain umumnya SMA PGRI sape Bima tak pernah mendapat kucuran dana, padahal sarana dan prasaran seperti ruang kelas butuh perbaikan dan perhatian.
Junaidy,S,Pd. Fis, kepada terkininews.com, jumat (21/07/2017), mengatakan demi menggenjot pembangunan sekolah tersebut terpaksa dengan dana swadaya dari masyarakat maupun swasta untuk memenuhi kebutuhan sekolah demi mewujudkan pendidikan yang maksimal.
Lanjut kepala sekolah ini memaparkan pembangunan lantai dua yang di rencanakan mulai tahun 2015 silam dengan target selesai tahun 2018-2019 kini rampung 80% di oktober 2016.
"Berkat gotong royong seluruh komponen guru, pegawai, kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dapat terlaksana yang pada hal awal nya tersedia hanya 9 ruang, di tahun 2017 ini bertambah menjadi 16 ruang, meaki masih ada kekurangan 3 ruang lagi namun di targetkan rampung tahun 2020" tandas Junaidy, kepala sekolah SMA PGRI Sape Bima.
Kasek juga mengaku akan berupaya mendapatkan bantuan pemerintah, jika tidak ada, pihak nya mencari donatur dan swasta guna mencukupi ruangan belajar.
Motifasi serta komite orang tua murid dan kerja sama dengan seluruh pegawai yang ada untuk mengejar delapan standar pendidikan, mulai dari sarana dan pra sarana, pengelolaan, pembiayaan, guru dan tenaga pendidik, proses pembelajaran, penilaian, isi kurikulum dan kompetensi kelulusan, adalah harapan Junaidy.
Fauzi,S,Pd, selaku pengawas pembina SMA PGRI yang juga pengurus komite sangat mengapresiasi kebijakan dan pengabdian kepala sekolah, yang sudah mampu merubah dengan prinsip "Pendidikan Yang Layak" menjadi contoh bagi pelaku sekolah lain, dan sekolah swasta harus terpenuhi delapan standar pendidikan, ungkap nya. (Edy/*)

