NA - TBL Ciptakan Gaya Politik Baru
MAKASSAR, -- NA - TBL adalah yang star duluan menyatakan berpaket maju di pilgub Sulsel, tanpa label parpol melekat pada kedua nya dianggap sebuah manuver yang tergolong berani. Lalu apa hitungan politik NA - TBL ?
Direktur PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) Suwadi Idris Amir. Rabu (02/08/2017), kepada terkininews.com, memberi penilaian terhadap manuver politik NA - TBL, yang menurutnya ada tiga hal yang teranalisa dari keputusan politik NA menggandeng TBL berpaket sejak dini.
Menurut Suwadi Idris Amir, NA mencari figur yang syarat pengalaman dibirokrasi, serta sejiwa, se visi, dan memiliki misi yang sama untuk Sulsel kedepan, dan NA menemukan sosok seorang TBL, dimana kita semua tahu, TBL berkiprah di militer hingga berpangkat Mayjend, lalu beralih fungsi ke pegawai negeri sipil (PNS) dengan menjabat Dirjen Kesbangpol selama 5 tahun, kemudian TBL pernah ditugaskan menjabat PLT Gubernur Sulsel, Maluku Utara, Papua Barat, dan Sulteng. Pengakuan itulah yang membuat sosok seorang TBL seksi dimata NA dan seluruh Pendukung NA.
Lalu Geopolitik, dimana NA yang berbasis di Bantaeng, Bone, Soppeng, sangat sangat cocok dengan TBL yang berbasis di Enrekang, Toraja, bahkan juga memiliki perpaduan basis geopolitik saling menguatkan di Bone.
Sementara Dukungan Electoral (Elektabilitas) terhadap pasangan NA - TBL hingga saat ini lebih teratas dari pasangan IYL - Cakka, NH - AQM, AAN - Alyah, jadi efek berpaduan geopolitik terekam di survei elektabilitas NA - TBL, tandas Suwadi
Hal tersebut diatas membuat NA - TBL solid hingga saat ini sepakat tetap bersama, walau apapun yang terjadi terkait dukungan parpol.
NA - TBL yang bermodalkan survei tertinggi, tentu menjadi modal mereka untuk meyakinkan parpol. Selain modal survei yang tinggi, NA - TBL juga figur paling kecil resestensi politiknya di pilgub sulsel.
Untuk itu menurut Suwadi, sangat kecil kemungkinannya NA berpisah dengan TBL, sebab selain mereka solid, elit politik pun sudah mulai memahami kedua figur tersebut, imbuhnya
Dan yang menarik dari NA - TBL, yaitu mereka hadir dengan membawa warna gerakan politik yang baru, dimana mereka paling duluan sepakat berpasangan, kemudian mereka lebih menonjolkan prestasi-prestasi kinerja maing-masing, dan tidak terjebak beropini politik, dan bermanuver politik seperti figur lain pada umumnya, jelas Suwadi. (/*)

