Dewi Indrawati Penderita Kanker Payudara Asal Bima Butuh Uluran Tangan Dermawan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 22 Agustus 2017 12:14 WIB dengan kategori Headline Nasional dan sudah 1.383 kali ditampilkan

BIMA, -- Miris nasib Dewi Indrawati (30) tahun asal desa soro kec lambu yang berdomisili di Rt 008 Rw 004 kelurahan Raba dompu Barat Kec Raba kota bima NTB, yang menderita Kanker payudara cukup lama, tanpa perhatian pemerintah dan tak memiliki biaya pengobatan.

Dewi Indrawati hingga saat ini hanya nelakukan pengobatan dengan ramuan tradisional, padahal penyakit yang di hindap sudah sangat parah.

Melalui penelusuran terkininews.com Bima, saat ini Dewi Indrawati telah terbantukan oleh tim relawan yang menindak lanjuti laporan warga pada 14 agutus 2017 dengan pengobatan ke rumah sakit Muhamadiyah kota Bima.

Tim relawan kemanusian Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) beserta Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Produktif Madyarakat (LPEPM) kota Bima juga telah melakukan pengurusan BPJS Kesehatan meski harus nenunggu masa aktiv 14 hari. Ungkap ketua LKSA-LPEPM Muhtar Mbojo, Selasa (22/08/2017).

"Menunggu masa aktif kartu tanggal 28 Agustus nanti, pihak Sanggar Seni dan Budaya Gong 96 STKIP Bima, dan FKGO, melakukan penggalangan dana besar-besaran". Lanjut Muhtar Mbojo.

Saat ini Dewi Indrawati penyandang kankker payudara yang terbaring lesu di RS Muhamadiyah Bima, membutuhkan uluran tangan dan bantuan pemerintah karena biaya yang harus di bayar berkisaran 10.450.000,-.

Bukan hanya itu penderitaan Dewi Indrawati, saat ini kepala rumah tangga juga telah menelantarkan nya bersama 3 orang anak tanpa nafkah dari suami, papar Muhtar Mbojo.

Tim relawan berharap pemerintah lebih perhatian agar dapat meringankan dalam membayar biaya perawatan selama di rumah sakit. Tim relawan juga berharap kepada masyarakat dan dermawan untuk membantu meringankan beban biaya tersebut.

"Kami telah menyiapkan rekening No : 005.22.04603-02.5-LPEPM-BIMA NTB Bank NTB, untuk penyaluran bantuan para dermawan" Harap ketua LKSA-LPEPM Muhtar Mbojo, dengan Ucapan terima kasih kepada penderma. (*)