Tokoh NU dan Muhammadiyah Bertemu Dalam Satu Pentas Film Layar Lebar Karya Anak Bangsa
MAKASSAR, -- Mengenang sejarah lahirnya muhammadiya dan Aisyah dua tokoh pemuda Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) mengisi kesenjangan waktu nonton bareng kisah perjalanan lahir dan perjuangan Muhammadiyah di tengah gejolak perjuangan Negeri melawan penjajah
Kehadiran dua Tokoh ini rupanya dihantar rasa penasaran akan sejarah berdirinya Muhammadiyah dimana secara khusus mengungkap sosok Nyai Ahmad dahlan yang tertuang dalam sebuah film layar lebar karya anak bangsa. Jum'at (25/08/2017). Di salah satu bioskop
Meneladani kisah perjalanan hidup kyai Ahmad Dahlan Beserta istri disaat keteguhan hati mendirikan serikat Muhammadiyah dan perjuangan serikat Wanita Muhammadiyah yang disebut Aisyah. terkininews.com
Asas perjuangan tersebut yang mungkin hendak kembali dikenang dua tokoh Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU), Ca'mon dan pengamat kebangsaan yang juga tokoh muda Muhammadiyah, Arqam Azikin dipertemukan pada satu moment film layar lebar Indonesia "Nyai Ahmad Dahlan", film yang bercerita gambaran sejarah tentang perjuangannya.
Arqam Azikin saat ditemui usai menonton film Nyai Ahmad Dahlan berkata bahwa. Film ini syarat akan sejarah yang bisa kita pelajari tentang bagaimana sosok pendiri serikat Muhammadiyah yang selama ini diceritakan banyak berkonstribusi dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
"Ini hal luar biasa, karena Nasran Mone setau saya adalah salah satu tokoh NU, dan ini memperlihatkan bahwa kita adalah Islam yang satu," sanjungnya kepada Nasran Mone yang juga merupakan Bakal Calon Wakil Walikota Makassar.
Arqam Azikin juga mengaku tidak menyangka dapat bertemu sosok Nasran Mone yang juga merupakan Tokoh NU di Makassar juga turut hadir menonton film yang bercerita tentang Kyai Ahmad Dahlan (Pencetus Ormas Muhammadiah).
Hal senada di ungkapkan Ca'mon yang juga tokoh muda NU mengaku sangat terkesan dengan film tersebut. "Tidak ada kata menyerah dalam berjuang hingga apa yang menjadi tujuan mulia kita tercapai", imbuh Nasran Mone.
Ca'mon mengibaratkan perjuangan pendiri Muhammadiyah tersebut menggambarkan dirinya yang akan selalu berjuang dan berusaha untuk menjaga kota Makassar 2x tambah baik lagi. (*)

