Petahana Walikota Makassar Harus Selektif Memilih Pendamping di Pilwali 2018
MAKASSAR, -- Petahana Wali Kota Danny Pomanto yang berlatar belakang ersitektur dunia dan cukup memiliki modal politik telah mampu berdasarkan kinerja, untuk maju kembali di Pilwali Makassar 2018 mendatang.
Akan tetapi, seorang Danny Pomanto juga harus punya strategi dalam menghadapi kekuatan dari partai pengusung dan mampu meredam manuver politik lawan.
Pengamat komunikasi politik UIN, Firdaus Muhammad, mengungkapkan kalau menurutnya, Danny harus selektif memilih pendamping wakil, yang bisa meredam manuver politik lawan. Ungkapnya Selasa (05/09/2017), terkininews.com.
"Apalagi kalau lawannya juga figur yang kuat. Posisi Dani sangat ditentukan kekuatan partai juga pendamping berikut strategi menghadapi lawan yang lebih inovatif," kata Firdaus.
Untuk memilih wakil, kata Firdaus, membutuhkan figur yang memiliki nilai jual yang besar. Dan, harus pula diterima oleh koalisi partai pengusung.
"Dani sementara survei wakil, namun perlu antisipasi jika wakil yang diajukan ditolak koalisi, sehingga disamping nilai jual calon wakil juga butuh respon koalisi partai pengusung" lanjut dia.
Kemarin, pengamat Politik PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) Suwadi Idris Amir menyebut ada tiga nama yang cocok mendampingi Danny Pomanto (DP). Yakni ARA, Nasran Mone, dan Yusuf Sommeng. Suwadi menyebut ketiganya punya kelebihan yang bisa memperkuat DP.
Baca !! (http://terkininews.com/2017/09/03/Siapa-Yang-Cocok-Dampingi-DP-IPINasran-Mone-Salah-Satu-Dari-Tiga-Figur-Cocok-Dampingi-DP.html)
Dua diantaranya, menurut Firdaus Muhammad, kepada terkininews.com yaitu Nasran Mone dan ARA layak serta kompeten mendampingi DP.
"Keduanya layak dan kompeten, namun tergantung pada keputusan DP atau konsensus politik partai koalisi," pungkas Firdaus Muhammad. (*)

